BPS: Penduduk IKN Nusantara Capai 147.430 Jiwa, Didominasi GenZ dan Milenial

2026-01-12 03:40:53
BPS: Penduduk IKN Nusantara Capai 147.430 Jiwa, Didominasi GenZ dan Milenial
JAKARTA, - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk yang tinggal di wilayah deliniasi Ibu Kota Nusantara (IKN) hingga 2025 mencapai 147.430 jiwa.Jumlah itu setara dengan 43.293 rumah tangga.Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasant, mengatakan data tersebut diperoleh dari hasil Pendataan Penduduk Ibu Kota Nusantara (PPIKN) 2025 yang dilakukan oleh 856 petugas pencacah lapangan.“Berdasarkan hasil pendataan PPIKN atau Pendataan Penduduk Ibu Kota Nusantara 2025, penduduk IKN saat ini di wilayah deliniasi IKN tercatat sebanyak 147.427 jiwa atau sebanyak 43.293 rumah tangga.Baca juga: Purbaya Jamin Pembangunan IKN Tetap Jalan, Tepis Cap Media Asing soal Jadi Kota HantuJika dilihat berdasarkan kelompok generasi, dari total sekitar 147.430 jiwa penduduk Ibu Kota Nusantara, mayoritas merupakan generasi Z dan generasi milenial.Kedua kelompok usia ini secara keseluruhan mencakup lebih dari setengah populasi IKN.Komposisi tersebut mencerminkan besarnya potensi penduduk usia produktif yang dimiliki IKN untuk menopang pembangunan kota baru yang modern, dinamis, dan berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang. “Komposisi ini menunjukkan bahwa IKN memiliki potensi penduduk produktif yang besar untuk mendukung pembangunan kota baru yang modern dan dinamis,” ujar Amalia saat gelaran Penyerahan Produk Kerja Sama Pendataan Penduduk IKN (PPIKN), Jakarta Pusat, Selasa .Dari sisi sebaran wilayah, konsentrasi penduduk tertinggi berada di Desa Samboja Kuala, Desa Muara Jawa Ulu, Desa Muara Jawa Pesisir, dan Desa Telemow.Kepadatan penduduk di wilayah tersebut tercatat lebih dari 400 jiwa per kilometer persegi.Kawasan itu menjadi pusat aktivitas penduduk dan dinilai dapat menjadi prioritas dalam penyediaan layanan dasar serta pembangunan infrastruktur IKN ke depan.Lebih jauh, berdasarkan kelompok umur, penduduk IKN pada 2025 didominasi oleh usia produktif antara 15-64 tahun dengan proporsi mencapai 67,91 persen.Dengan komposisi tersebut, rasio ketergantungan penduduk IKN tercatat sebesar 47,25.Artinya, setiap 100 penduduk usia produktif menanggung sekitar 47-48 penduduk usia non-produktif.Baca juga: MK Batalkan HGU 190 Tahun, Menko Airlangga Pastikan IKN Sesuai Rencana/HILDA B ALEXANDER Penataan lanskap Grande Ibu Kota Nusantara (IKN)Angka rasio ketergantungan yang berada di bawah 50 ini menunjukkan bahwa IKN berada dalam fase bonus demografi, di mana jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan penduduk usia non-produktif.Dari sisi jenis kelamin, jumlah penduduk laki-laki di IKN tercatat lebih banyak dibandingkan perempuan.


(prf/ega)