BANDUNG, –Koperasi pondok pesantren ini diambil pemerintah sebagai contoh baik mengenai praktik ekonomi lokal, di tengah fenomena umum kematian koperasi.Koperasi Pondok Pesantren atau Kopontren Al-Ittifaq ada di Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.Berdiri sejak 1997, koperasi pesantren ini menjadi wadah ekonomi yang menjalin kemitraan dengan pihak supermarket, hotel, dan restoran, demikian koperasi ini menjelaskan profilnya di situs web resminya.Pada Rabu kemarin, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Cak Imin mengunjungi koperasi ini.Ketua Koperasi Al-Ittifaq, Irawan, menyebut bantuan Kemenko PM menjadi jawaban atas berbagai permasalahan yang dihadapi pelaku usaha pesantren dan koperasi di daerah.“Dan Alhamdulillah, kehadiran dari Kemenko PM sudah sedikit menjawab permasalahan kita. Jadi kemarin yang UMKM belajar bagaimana dengan digital marketing, memasarkan produk-produk pertaniannya atau hasil-hasil UMKM-nya melalui platform-platform digital,” ujar Irawan, Rabu .Baca juga: Cak Imin Minta Koperasi Desa Rekrut Perempuan demi PemberdayaanMenurut Irawan, kegiatan tersebut bukan kali pertama Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) berinteraksi dengan ekosistem pesantren, koperasi, dan UMKM.Cak Imin menyebut Koperasi Al-Ittifaq sebagai contoh nyata pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren yang telah menjadi legenda.“Pengalaman Al-Ittifaq inilah yang melegenda, menjadi legend bagi pelaku ekonomi, terutama koperasi. Koperasi ini amat sangat membutuhkan contoh-contoh yang hebat seperti Al-Ittifaq,” kata Cak Imin.Ia menilai, pengalaman tersebut dapat menjadi inspirasi bagi tumbuhnya koperasi-koperasi desa di seluruh Indonesia. Cak Imin bilang, Al-Ittifaq bisa menjadi sumber inspirasi untuk menumbuhkembangkan koperasi, terutama koperasi desa (Kopdes Merah Putih) yang baru dibikin.“Saya belajar betul dari perjalanan pengalaman Al-Ittifaq. Ini semua menjadi kebanggaan kita dan saya bersyukur bisa hadir di sini bertemu,” tutur Cak Imin.Dokumen Humas Pemda Kabupaten Bandung Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin saat mengunjungi Pondok Pesantren Al-Itifaq, di Desa Alamendah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu Ia menyebut Al-Ittifaq bukan sekadar koperasi, melainkan juga pusat pembelajaran ekonomi masyarakat. Menurutnya, kunci keberhasilan koperasi adalah penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.“Pengalaman, maka jadi bukan hanya produsen, bukan hanya tempat untuk kemasaran, tapi tempat belajar jadinya. Tempat belajar, jadi kampus, Al-Ittifaq menjadi kampus yang sangat luar biasa,” ujarnya.“Satu-satunya cara untuk tumbuh, maju, modern, berkembang ya harus ada ilmu dan teknologinya,” tambah dia.Cak Imin mengatakan, Al-Ittifaq sudah memiliki pengalaman memegang kendali network, jaringan, dan yang paling utamanya adalah pegang ilmu pengetahuan dan teknologi.
(prf/ega)
Ekosistem Rantai Pangan Pesantren dan Matinya Koperasi di Desa-desa
2026-01-11 22:22:30
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 22:50
| 2026-01-11 22:36
| 2026-01-11 21:53
| 2026-01-11 21:48
| 2026-01-11 20:31










































