BANDUNG BARAT, - Pemerintah Kabupaten Bandung Barat resmi menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi.Penetapan ini dilakukan mengingat 11 dari 16 kecamatan di wilayah Bandung Barat dinyatakan rawan terdampak cuaca ekstrem sepanjang musim hujan.Keputusan tersebut diambil untuk mempercepat respons pemerintah daerah dalam menghadapi potensi banjir dan longsor yang kini mulai mengancam sejumlah kawasan dengan topografi curam.Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail menegaskan, langkah ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah lebih dulu menetapkan status tanggap darurat bencana sejak 15 September 2025 hingga 30 April 2026."Gubernur Jawa Barat sudah lebih dulu menetapkan status tanggap darurat bencana sejak 15 September 2025 sampai 30 April 2026. Maka kami di Bandung Barat mengikuti langkah itu karena wilayah kami juga memiliki risiko tinggi,” ujar Jeje pada Senin .Baca juga: Dampak Bencana Banjir dan Longsor Lumajang, 1 Orang Meninggal, 2 HilangSebelas kecamatan yang masuk dalam kategori rawan bencana meliputi Rongga, Gununghalu, Cipongkor, Sindangkerta, Cililin, Cipatat, Saguling, Cisarua, Parongpong, Lembang, dan Ngamprah.Kawasan tersebut selama ini dikenal kerap terdampak longsor dan banjir bandang setiap kali curah hujan meningkat.Jeje mengungkapkan kekhawatirannya terhadap meningkatnya intensitas hujan dalam beberapa pekan terakhir.Wilayah selatan Bandung Barat menjadi titik rawan utama karena kondisi tanah yang labil dan banyaknya permukiman di sekitar tebing."Saya cukup khawatir, terutama di kawasan selatan seperti Cipongkor, Gununghalu, dan Rongga. Potensi longsor di sana cukup besar,” tambahnya.Baca juga: Saldo Rp 1 Miliar SPPG di Bandung Barat Lenyap, Operasional MBG DihentikanSebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menyiagakan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) selama 24 jam.Tim lapangan akan diterjunkan segera setelah ada laporan dari masyarakat, sementara kebutuhan logistik seperti sembako dan terpal sudah disiapkan di posko utama."Saya sudah instruksikan agar BPBD dan dinas terkait selalu cepat tanggap di lapangan. Jangan sampai masyarakat terlambat mendapat bantuan,” tegas Jeje.Data BPBD Jawa Barat menunjukkan bahwa sepanjang Oktober 2025 tercatat 95 kejadian bencana alam yang menyebabkan hampir 20 ribu warga terdampak, lebih dari 3.600 rumah terendam, serta empat korban jiwa.Di wilayah Bandung Barat, sejak Januari hingga 26 Oktober 2025 tercatat 347 peristiwa bencana, yang terdiri dari 117 tanah longsor, 17 pergerakan tanah, 23 banjir, 115 cuaca ekstrem, 67 kebakaran, 5 gempa bumi, dan 3 kejadian luar biasa.
(prf/ega)
Bandung Barat Siaga Darurat Bencana, 11 Kecamatan Ditetapkan Rawan Longsor
2026-01-12 06:43:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:40
| 2026-01-12 06:26
| 2026-01-12 04:34
| 2026-01-12 04:16
| 2026-01-12 04:14










































