Penyidik Polda Metro Temui Keluarga Diplomat Kemlu Arya Daru untuk Audiensi

2026-02-05 01:34:56
Penyidik Polda Metro Temui Keluarga Diplomat Kemlu Arya Daru untuk Audiensi
Penyidik Polda Metro Jaya akan bertemu dengan keluarga diplomat Arya Daru Pangayunan (39) hari ini. Pertemuan dilakukan untuk audiensi kasus kematian Arya Daru."Iya benar untuk audiensi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, Rabu (26/11/2025).Budi menjelaskan bahwa pihak yang diundang merupakan keluarga terdekat Arya Daru. Di antaranya istri dan ayahnya."Sementara keluarga dan ortu (orang tua), iya benar (istri dan ayahnya)," bebernya.Diberitakan sebelumnya, kuasa hukum keluarga diplomat Arya Daru Pangayunan (39) meminta agar kasus tewasnya Arya Daru ditarik ke Bareskrim. Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Djuhandani Rahardjo Puro mengaku telah menerima aduan itu."(Pengacara keluarga) Arya Daru kemarin baru mengadukan kepada kita," kata Djuhandani kepada wartawan di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (24/9).Dia menyatakan akan menelaah pengaduan yang disampaikan. Kendati begitu, Djuhandani memastikan pihaknya turut melakukan asistensi terhadap penyidikan yang diusut oleh Polda Metro Jaya."Kami ngumpulkan tim, akan saya lihat. Kami hanya sifatnya asistensi ke Polda Metro karena dari Polda Metro kan sudah melaksanakan upaya-upaya penyelidikan dan penyidikan," jelas Djuhandani."Kami akan asistensi, apakah yang diadukan ini kan sebuah dumas dari masyarakat yang terus akan kita tangani," terangnya.Adapun Arya Daru ditemukan tewas di dalam kosannya dengan kondisi wajah terlilit lakban pada Juli lalu. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan menyimpulkan Arya tewas tanpa adanya keterlibatan pihak lain dan belum ada unsur pidana yang ditemukan dalam kasus itu.Selain itu, polisi menemukan bukti berupa e-mail ke salah satu lembaga terkait bunuh diri yang dikirimkan Arya pada 2013 dan 2021.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-02-04 23:44