JAKARTA, — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan pentingnya penerapan manajemen risiko untuk menjaga kelangsungan operasional dan keberlanjutan bisnis di sektor energi.Penekanan ini disampaikan dalam diskusi "Anticipating Business Risk to Secure Growth in The Energy and Mineral Resources Sector" yang digelar E2S di Jakarta, Rabu .Sekretaris Direktorat Jenderal Minyak dan Gas (Migas) Kementerian ESDM Muhammad Rizwi JH mengatakan manajemen risiko tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga keselamatan dan keberlangsungan kegiatan perusahaan.“Beberapa faktor penting yang harus dilakukan mulai dari identifikasi, evaluasi, dan pengendalian berbagai risiko yang dapat membahayakan keselamatan operasional harus menjadi perhatian,” ujarnya, melalui keterangan pers, Kamis .Baca juga: 23 Izin Tambang Berada di Lokasi Banjir dan Longsor, ESDM Siapkan Evaluasi MenyeluruhRizwi menambahkan perkembangan sistem informasi yang semakin cepat turut melahirkan risiko baru, terutama di sektor energi yang bergantung pada teknologi.“Dalam era digital yang terus berkembang pesat, keamanan informasi menjadi hal krusial. Ancaman seperti serangan siber dapat menimbulkan dampak merusak, maka penting melakukan pendekatan terstruktur dan terukur,” kata dia.Pada diskusi tersebut hadir Direktur Manajemen Risiko PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk Eri Surya Kelana dan Vice President Risk Strategy & Governance Pertamina International Shipping (PIS) Nico Dhamora.Keduanya menekankan bahwa penguatan manajemen risiko menjadi elemen kunci agar perusahaan dapat menghadapi tantangan dan menjaga kesinambungan usaha.Baca juga: Kementerian ESDM: Listrik Sumbar Hampir Pulih Total, Sumut dan Aceh MenyusulEri mengatakan PGN memperkuat ketahanan bisnis melalui penerapan Business Continuity Management System (BCMS), yang membantu perusahaan mengidentifikasi dampak risiko bisnis (Business Impact Analysis), menyusun strategi mitigasi, dan mengembangkan prosedur pemulihan.“BCMS ini diaktifkan ketika terjadi major issue yang mengancam kelangsungan bisnis perusahaan. Untuk pelaksanaannya, ada 55 BCP (Business Continuity Plan),” ujarnya.Menurut Eri, PGN telah mengadopsi BCMS sejak 2022 dan meraih sertifikasi ISO 22301:2019 pada 2024 dan 2025 sebagai standar internasional pengelolaan kelangsungan bisnis.Penguatan ini penting karena PGN mengelola infrastruktur gas bumi nasional, termasuk fasilitas yang berada di lepas pantai seperti Pipa SSWJ (South-Sumatera–West-Java) yang berinteraksi langsung dengan ekosistem laut.Baca juga: Tinjau Posko Bencana di Aceh, Menteri ESDM Pastikan Bantuan dan Dukungan PLN Berjalan Optimal
(prf/ega)
Kementerian ESDM Ingatkan Pentingnya Manajemen Risiko bagi Kelangsungan Bisnis Energi
2026-01-12 16:58:11
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 16:55
| 2026-01-12 16:36
| 2026-01-12 15:28
| 2026-01-12 14:33










































