Kakek Meninggal Usai Diusir dari Rumahnya di Surabaya, Ini Kebenarannya Menurut Ketua RT

2026-01-30 17:13:51
Kakek Meninggal Usai Diusir dari Rumahnya di Surabaya, Ini Kebenarannya Menurut Ketua RT
SURABAYA, - Seorang kakek di Surabaya disebut meninggal dunia setelah diusir dari rumahnya oleh organisasi masyarakat (ormas).Namun, ada sejumlah hal yang tidak sesuai keterangan.Berdasarkan video yang sempat beredar di media sosial, tampak seseorang yang melepas genteng sebuah rumah.Kemudian, memperlihatkan seorang kakek yang meninggal dunia.Akan tetapi, video tersebut telah dihapus oleh sejumlah akun Instagram yang sebelumnya mengunggahnya.Di sisi lain, beberapa lainnya melabelinya dengan tulisan ‘HOAX’.Baca juga: Usai Pengusiran Nenek Elina, Eri Cahyadi Ancam Bubarkan Ormas Preman di SurabayaMengenai itu, Ketua RT setempat, Agustinus Setyo Jayadi mengatakan, kakek itu merupakan adik dari orang yang menyewa rumah di Jalan Kepatihan 7, RT 06, RW 02, Kecamatan Bubutan, Surabaya.Kakek bernama Ahwa tersebut tinggal bersama saudaranya yang lain di bangunan itu, yakni Teng Lind Djay.Sedangkan, pemilik rumah yang sebenarnya adalah H. Husain.“Meski rumah ditempati secara turun-temurun, berdasarkan kesepakatan lisan di masa lalu, masa sewa telah berakhir pada 2020,” kata Agustinus, Selasa .Baca juga: Doa Bersama Lintas Agama Akan Digelar di Balai Kota Surabaya Saat Malam Tahun BaruKakek Ahwa sendiri disebut belum membayar sewa rumah selama 5 tahun tinggal.Akhirnya, pemilik berniat memperbaiki bangunannya, Jumat lalu.Lalu, pemilik rumah menawarkan kompensasi kepada penghuninya dengan memberikan sebesar Rp 15 juta.Akan tetapi, pihak penyewa meminta agar menambah jumlah kompensasi menjadi Rp 50 juta.Selanjutnya, penyewa dan pemilik rumah sepakat melakukan mediasi di Polsek Bubutan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-01-30 16:27