Toko Dekor Legendaris di Samarinda Diserbu Pembeli Jelang Natal dan Tahun Baru

2026-01-12 06:15:32
Toko Dekor Legendaris di Samarinda Diserbu Pembeli Jelang Natal dan Tahun Baru
SAMARINDA, - Nuansa Natal dan Tahun Baru (Nataru) mulai terasa di Kota Samarinda. Di sepanjang Jalan Mulawarman, deretan toko perlengkapan dekorasi mulai dipadati warga sejak awal November.Lampu-lampu hias, ornamen Natal, dan pernak-pernik berwarna emas-merah menghiasi etalase toko-toko.Salah satu yang paling menarik perhatian adalah Toko Simpang Damai Baru, sebuah toko legendaris yang telah hadir sejak 1960-an dan dulu dikenal masyarakat sebagai “Simpang Damai".Lokasinya kini berada tepat di depan Mal Samarinda Central Plaza (SCP).Dari luar, toko itu sederhana, namun begitu masuk, suasana langsung berubah penuh ornamen Natal, warna-warni bola pohon, slenger, lilin, hingga aksesori lain tersusun rapat memenuhi langit-langit.Baca juga: Kakorlantas Polri Pastikan Jalur Puncak Siap Hadapi Libur Natal dan Tahun BaruNovita (25), pegawai toko, menyampaikan bahwa persiapan dekorasi oleh masyarakat sudah mulai lebih awal. Sehingga tokonya sudah ramai sejak awal bulan November.“Pemajangan pernak-pernik dari awal November. Mereka kan biasanya dekor duluan untuk gereja atau latar-latar acara. Jadi memang ramai sejak awal bulan,” ujarnya.Novita menjelaskan bahwa tiap tahun selalu ada pergeseran tren. Tahun lalu warna hijau mendominasi. Tahun ini warna-warna hangat kembali menguat.“Nggak ada perbedaan signifikan, cuma warna yang berganti. Tahun ini gold-merah dominan banget. Mungkin karena kesannya mewah dan hangat,” katanya.Di antara ragam barang yang dijual, ada beberapa yang menjadi primadona.“Yang paling laku itu bola-bola Natal, hiasan pohon, sama selingar atau rumbai pohon Natal. Kalau pohon, kita lengkap semua ukuran,” ujarnya sambil menunjuk deretan pohon besar berwarna hijau dan salju.“Yang habis duluan itu slenger. Sebenarnya stok aman, cuma cepat banget muternya,” katanya.Toko ini menjual barang secara eceran dan partai. Harga terjangkau menjadi alasan banyak panitia gereja datang ke tempat ini.“Rp 25 ribu masih masuk buat warga. Pemuda gereja biasanya beli banyak. Ada juga yang beli untuk rumah, tapi yang paling sering memang panitia gereja,” jelasnya.Menurut Novita, puncak aktivitas akan berlangsung pada awal hingga pertengahan Desember.


(prf/ega)