JAKARTA, - Gemerlap pasar properti vertikal di koridor Bekasi, Jawa Barat, yang menjanjikan hunian modern dan strategis, kini diselimuti awan kelam sengketa satu proyek.Arkamaya Apartment, yang sebelumnya dikenal sebagai The MAJ Residences Bekasi, menjadi episentrum kekecewaan bagi konsumennya.Mereka mengadu ke Komisi VI DPR RI karena apartemen ini tak kunjung dibangun, Rabu . Padahal, groundbreaking telah dimulai sjeik 19 Agustus 2020, dan sebagian konsumen telah membayar lunas, sebagian lainnya mencicil lewat Kredit Pemilikan Apartemen (KPA).Baca juga: Berapa Dana yang Dibutuhkan untuk Membeli Apartemen di Sentul City?Kuasa Hukum Konsumen, Paulus Alfret, menuturkan, proyek yang seharusnya menjadi simbol investasi cerdas, itu kini justru menjadi studi kasus dari risiko pre project selling, perubahan merek secara sepihak, dan lemahnya perlindungan konsumen di Indonesia."Gugatan konsumen telah masuk ke Pengadilan Negeri (PN) Bekasi, sementara janji penyelesaian proyek tetap menggantung tanpa kepastian," ujar Paulus Alfret kepada Kompas.com, Minggu .Paulus Alfret menjelaskan, The MAJ Residences Bekasi awalnya diluncurkan dengan leverage reputasi yang kuat."Proyek ini dipromosikan sebagai kolaborasi antara The MAJ Group (grup properti yang disebut terkait dengan mantan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan) bersama mitra Jepang Leopalace21 dan PT Central Graha Sejahtera. Nama-nama besar ini menjadi magnet yang menarik konsumen untuk berinvestasi," tutur Paulus Alfret.Namun, seiring waktu, proyek yang seharusnya menjadi kebanggaan itu terperosok dalam kemandekan.Baca juga: Temuan Jaring Bambu Murah dan Petaka Kebakaran Apartemen di Hong KongSejak peletakan batu pertama pada 19 Agustus 2020, pembangunan fisik tidak menunjukkan kemajuan berarti, jauh dari jadwal serah terima yang dijanjikan.Di tengah pembangunan yang tidak kunjung usai, proyek tiba-tiba berubah nama menjadi Arkamaya Apartment. Perubahan ini terjadi setelah PT Teguh Bina Karya mengakhiri kerja sama dengan The MAJ Group.Paulus Alfret mengungkapkan, perubahan merek ini memicu kerugian psikologis dan finansial.Para konsumen sudah melakukan riset, menilai kredibilitas pengembang, dan menjalankan kewajibannya."Namun hingga hari ini, hunian yang dijanjikan tak kunjung terwujud,” ujarnya. Baca juga: 5 Apartemen Gaya Japandi di Jadebotabek, Harga Kurang dari Rp 1 MiliarIa menyebut bahwa banyak konsumen membeli unit karena reputasi The MAJ dan nama besar Gita Wiryawan.
(prf/ega)
Profil Arkamaya Bekasi, Apartemen yang Digugat Konsumen
2026-01-11 03:31:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:50
| 2026-01-11 03:25
| 2026-01-11 03:05
| 2026-01-11 02:59
| 2026-01-11 01:38










































