Jepang Bawa Teknologi Beton Berpori, Suntik Resapan Air di Kota Besar

2026-01-12 05:55:11
Jepang Bawa Teknologi Beton Berpori, Suntik Resapan Air di Kota Besar
JAKARTA, - Indonesia masih bergulat dengan tantangan bencana tahunan yang merugikan, salah satunya banjir.Dengan curah hujan ekstrem, data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 1.420 kejadian banjir sepanjang 2024, di mana 77,44 persem korban bencana nasional adalah masyarakat terdampak banjir.Penyebabnya klasik yakni saluran tersumbat, deforestasi, dan yang paling krusial, minimnya kawasan resapan air di perkotaan padat.Baca juga: Mesin Penyerap Karbon dari Mikroalga Dipasang di Pabrik Semen BekasiNamun, harapan baru muncul dari kolaborasi internasional yang menjanjikan solusi infrastruktur yang cerdas dan berkelanjutan.Menjawab tantangan krisis air dan banjir, raksasa material konstruksi Asia Tenggara, SCG, melalui anak perusahaannya PT Kokoh Inti Arebama Tbk., resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan perusahaan Jepang, Hokkaido Poracon Co., Ltd.Kerja sama ini berfokus pada pengembangan dan pemasaran teknologi produk beton berpori atau porous concrete.Beton ini didesain khusus agar memiliki porositas tinggi, memungkinkan air hujan langsung terserap kembali ke dalam tanah secara optimal, bukan mengalir menjadi genangan.Baca juga: Semen Merah Putih Kembangkan Mesin Penyerap Emisi Karbon dari GanggangKolaborasi ini diperkuat oleh dukungan dari Japan International Cooperation Agency (JICA) melalui program SDGs Business Supporting Survey, yang sejak awal telah melihat potensi inovasi ini untuk menanggulangi masalah iklim di Indonesia.Beton berpori bertindak seperti spons raksasa di permukaan tanah. Dengan fungsi ganda, sebagai infrastruktur perkerasan jalan/trotoar sekaligus area resapan air hujan, teknologi ini menawarkan solusi cerdas yang mengatasi masalah banjir di hulu (penyerapan) dan hilir (pengurangan beban saluran drainase).Presiden Direktur PT Kokoh Inti Arebama Tbk., Thichet Srisuryon, menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah perwujudan komitmen SCG terhadap inovasi berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata.“Dengan kolaborasi ini, kami yakin dapat berkontribusi dalam membantu mengurangi risiko banjir dan mendukung konservasi air tanah di wilayah perkotaan,” ujar Thichet, dikutip Kompas.com, Senin .Baca juga: Industri Semen Ajak Siswa Ikut Selesaikan Krisis Sampah NasionalDukungan juga datang dari pihak Jepang. Project Formulation Advisor JICA, Kenji Niwa, memuji kerja sama ini sebagai solusi nyata untuk tantangan iklim.Ia optimistis bahwa inovasi ini tidak hanya mengatasi banjir tetapi juga mendorong pembangunan infrastruktur yang lebih hijau dan berkelanjutan.Nota Kesepahaman ini merinci dua inisiatif utama yang akan dijalankan dalam beberapa tahun ke depan untuk membangun pasar beton berpori di Indonesia:1. Promosi Proyek Sumur Resapan Beton Berpori


(prf/ega)