MEDAN, - Seorang anak kepala lingkungan, Rio Ade Anugrah (20), tewas seusai ditikam preman, Arif, di Gang Mushola, Jalan PDAM Tirtanadi, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan.Iwan Lesmana (47), ayah korban, mengatakan bahwa pada hari kejadian ia sedang terlelap tidur.Lalu, tetangga rumahnya membangunkan.Dari situ, ia mendapatkan kabar bahwa anaknya ditikam Arif.Baca juga: Berkelahi dengan Preman, Anak Kepala Lingkungan di Medan Tewas Usai Ditusuk"Warga ini bilang kalau pelaku mau kabur. Jadi, saya langsung cepat-cepat pintu keluar gang sebelah. Enggak sempat saya lihat anak yang katanya sudah terkapar," kata Iwan saat diwawancarai di rumahnya pada Senin .Kepala Lingkungan 11, Kelurahan Sunggal, ini pun lekas menuju pintu keluar Gang Mushola.Di sana, ia mendapati Arif sudah berusaha membersihkan tangannya yang berlumuran darah."Jadi, kata warga, si Arif ini sempat bilang tangannya terluka juga kena sajam. Padahal, tidak ada, cuma berlumuran darah tangannya, itu dari luka anak saya," ucap Iwan."Di situ, dia sudah pesan ojek online. Mau kabur dia. Terus langsung saya tangkap. Itu senjata kerisnya sempat dibuang, tetapi terakhir didapat warga lagi," ucapnya.Iwan menuturkan bahwa setelah itu, Arif diserahkan ke Polsek Sunggal untuk diproses hukum lebih lanjut.Baca juga: Anak Kepala Lingkungan di Medan Tewas Ditusuk, Bermula Tegur Preman yang Tak Bayar Tukang BecakIwan teramat kehilangan anak pertamanya itu. Harapannya, Arif dapat dihukum seberat-beratnya."Pelaku ini memang preman gitu. Suka mencuri, memalak, ambil ponsel orang. Banyak warga yang mengeluh ke saya. Tapi, mereka belum ada yang berani lapor polisi," ungkap Iwan."Kalau anak saya, sering bantu-bantu saya kerja sampingan. Kayak potong dan angkat kayu. Baik dia. Keluarga pelaku sempat meminta maaf waktu tahlilan di sini. Cuma saya tetap minta, pelaku dihukum seadilnya," tuturnya.Sebelumnya diberitakan, Egi Prayoga Lesmana (19), adik korban, menceritakan bahwa awalnya ia bersama abangnya serta rekan-rekannya yang lain nongkrong di depan rumah korban, di Gang Rodo."Terus saya sama abang dan satu kawan, inisial L, ke bawah mau mantau air sungai naik atau enggak. Takutnya banjir kan," kata Egi saat diwawancarai di rumahnya pada Senin .
(prf/ega)
Anak Kepala Lingkungan di Medan Tewas Ditusuk Preman, Ayah Tangkap Pelaku: Dia Pesan Ojol, Mau Kabur
2026-01-12 06:59:55
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:16
| 2026-01-12 05:56
| 2026-01-12 05:32










































