– Media sosial kini menjadi bagian besar dari kehidupan anak dan remaja. Melalui media sosial, mereka mengakses berbagai bentuk informasi, hiburan, hingga tren digital yang berkembang sangat cepat. Tanpa pengawasan, paparan konten yang tidak sesuai usia, termasuk kekerasan, ujaran kebencian, atau perilaku berisiko, dapat memengaruhi cara anak memandang dunia dan berinteraksi dengan orang lain. Psikolog Grace Eugenia Sameve, M.A., M.Psi., Psikolog menekankan pentingnya peran orangtua mengawasi anak dalam konsumsi konten media sosial, agar dampaknya tetap positif dan tidak mengarah pada risiko perilaku negatif.Baca juga: Pangeran Harry dan Meghan Markle Imbau Orangtua Lawan Bahaya Media Sosial bagi AnakOleh karenanya, orangtua dituntut lebih aktif terlibat dalam aktivitas digital anak. Berikut langkah yang dapat dilakukan orangtua untuk memantau konsumsi konten media sosial anak.Grace menjelaskan, langkah paling dasar yang bisa dilakukan adalah memastikan fitur keamanan di setiap platform media sosial anak berfungsi optimal. “Ada beberapa hal yang bisa dilakukan, salah satunya mengaktifkan fitur-fitur pengaman di media sosial anak,” kata Grace saat dihubungi Kompas.com, Jumat . Fitur seperti parental control, pembatasan usia akses, restricted mode, hingga notifikasi aktivitas dapat membantu orangtua menyaring konten yang tidak sesuai. Pengaturan ini juga meminimalisasi munculnya tayangan bernuansa kekerasan atau konten yang dapat berdampak negatif.Pendampingan bukan berarti terus berada di samping anak setiap saat, melainkan hadir ketika mereka mengonsumsi konten tertentu atau sedang aktif berinteraksi di platform digital. Keterlibatan orangtua membantu mereka memahami konteks, sekaligus memberikan ruang diskusi bila ada hal yang memicu emosi atau kebingungan.Pendampingan juga membangun kepercayaan. Anak menjadi lebih terbuka untuk bercerita tentang apa yang mereka lihat, alami, atau rasakan di dunia maya.Baca juga: Media Sosial Tak Selalu Buruk untuk Anak, Ini Penjelasan PsikologOrangtua perlu mengetahui jenis konten yang paling sering diakses anak, baik berupa video pendek, unggahan kreator tertentu, maupun tren yang sedang berjalan. Grace menegaskan pentingnya menyaring konten agar anak tidak hanya mendapatkan paparan yang berpotensi negatif. “Jika anak terekspos kekerasan di dua konteks, yakni lingkungan sekitar dan internet, serta tidak mendapatkan eksposur perihal cara berperilaku lain, bisa jadi ia akan lebih mungkin menerapkan perilaku tersebut,” ujarnya. Inilah alasan mengapa pemilahan konten menjadi langkah penting. Orangtua bisa mengarahkan anak pada tayangan edukatif, inspiratif, atau hiburan yang sesuai usia, dan membatasi konten penuh konflik atau agresi.
(prf/ega)
5 Cara Efektif Orangtua Memantau Konten Media Sosial Anak Menurut Psikolog
2026-01-12 03:38:43
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 03:24
| 2026-01-12 03:21
| 2026-01-12 03:17
| 2026-01-12 02:23
| 2026-01-12 02:18










































