Infografis Daftar Diskon Tarif Tol Selama Libur Natal hingga Tahun Baru

2026-02-02 00:57:54
Infografis Daftar Diskon Tarif Tol Selama Libur Natal hingga Tahun Baru
Jakarta - Sejumlah Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) kompak memberikan diskon tarif tol pada beberapa ruas selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Ada pun untuk arus keberangkatan, potongan tarif pada mayoritas jalan tol sudah tidak berlaku lagi di H-1 Natal 2025.Ruas jalan tol mana sajakah yang mendapatkan tarif tol selama periode Nataru? Meski pun begitu, beberapa ruas jalan tol masih memperpanjang program diskon tarif hingga Tahun Baru 2026. Kompensasi ini diberikan oleh BUJT untuk beberapa ruas tol yang ada di wilayah Jawa hingga Sulawesi.Salah satunya, pemberlakuan diskon tarif tol sebesar 20 persen di 8 ruas strategis yang dikelola Jasa Marga pada periode Libur Nataru berlaku pada ruas-ruas strategis di Trans Jawa dan Trans Sumatra yang akan diterapkan selama 3 hari (22, 23, dan 31 Desember 2025).AdvertisementMencakup Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Jalan Layang MBZ, Jalan Tol Palimanan-Kanci, Jalan Tol Batang-Semarang, Jalan Tol Semarang Seksi A, B, C, Jalan Tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa (Belmera), Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT).Selain itu, PT Waskita Toll Road (WTR) juga menghadirkan program diskon Tarif tol di empat jalan tol yang dikelola perseroan. Ini diberlakukan selama periode libur Nataru, yakni pada tanggal 22, 23 dan 31 Desember 2025.Empat ruas jalan tol yang mendapatkan program diskon tarif tersebut meliputi Jalan Tol Pemalang-Batang, Jalan Tol Kayuagung-Palembang, Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu), serta Jalan Tol Krian-Gresik.PT Astra Infra juga memberikan diskon tarif tol sebesar 20 persen bagi seluruh golongan kendaraan yang melintas di ruas Tol Cikopo–Palimanan (Cipali). Berlaku untuk pengguna jalan tol yang melakukan perjalanan menerus dari Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama menuju GT Kalikangkung maupun sebaliknya.Lalu, mana sajakah selengkapnya ruas jalan tol yang memberikan diskon tarif selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru)? Simak selengkapnya dalam rangkaian Infografis berikut ini:


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-02-02 00:27