- Kerajaan Mataram Kuno, yang juga disebut Kerajaan Medang, merupakan kerajaan Hindu yang berdiri di Jawa Tengah pada abad ke-8 dan kemudian berpindah ke Jawa Timur pada abad ke-10 Masehi.Simak penjelasan berikut untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai Kerajaan Mataram Kuno!Baca juga: Sejarah Perpecahan Mataram Kuno hingga Penyatuannya KembaliKerajaan Mataram Kuno, juga dikenal sebagai Kerajaan Medang, merupakan kerajaan Hindu-Buddha yang didirikan di Jawa Tengah pada abad ke-8. Pada abad ke-10, kerajaan ini memindahkan pusat pemerintahannya ke Jawa Timur.Kerajaan Medang merupakan kelanjutan dari Wangsa Sanjaya di Jawa Tengah, kemudian pusat kerajaan dipindahkan ke Jawa Timur. Pendiri pemerintahan baru ini adalah Mpu Sindok, pendiri Wangsa Isyana, yang menurunkan raja-raja Medang.Alasan Mpu Sindok memindahkan pusat Kerajaan Mataram pada tahun 929 dari Jawa Tengah ke Jawa Timur diduga akibat letusan Gunung Merapi.Lokasi baru tersebut berada di Watugaluh, di tepi Sungai Brantas, yang kini berada di wilayah Kabupaten Jombang.Istilah Kerajaan Medang lebih lazim digunakan untuk menyebut periode Jawa Timur. Namun berdasarkan prasasti-prasasti, nama Medang sebenarnya sudah dikenal sejak periode Jawa Tengah.Untuk membedakan dengan Kerajaan Mataram Islam abad ke-16, Kerajaan Medang periode Jawa Tengah disebut sebagai Kerajaan Mataram Kuno atau Kerajaan Mataram Hindu.Terdapat pula sumber sejarah yang menyebut pemindahan pusat kerajaan ke timur berkaitan dengan konflik antara Rakai Pikatan dan Balaputeradewa, yang kemudian memicu permusuhan panjang antara Kerajaan Jawa (Mataram Hindu) dan Sriwijaya.Sekitar tahun 929 M, Mpu Sindok memimpin perang gerilya di Desa Candirejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk. Perang ini terjadi antara pasukan Mpu Sindok dan bala tentara Sriwijaya. Kemenangan Mpu Sindok membuatnya dinobatkan sebagai raja bergelar Sri Maharaja Mpu Sindok Sri Isyana Wikrama Dharma Tungga Dewa.Pada tahun 1016, Sriwijaya melakukan serangan balasan ke istana Watugaluh, dan Raja Dharmawangsa terbunuh. Serangan ini menandai runtuhnya Kerajaan Mataram (Medang).Baca juga: Mataram Kuno dan Sriwijaya: Pusat Perdagangan Masa Lalu NusantaraWikipedia/Midori Kompleks Candi DiengKerajaan Medang berakhir setelah tewasnya raja terakhir, Dharmawangsa Teguh. Kerajaan ini meninggalkan banyak candi bercorak Hindu maupun Buddha di Jawa Tengah dan Jawa Timur.Candi peninggalan Kerajaan Mataram Kuno:Prasasti peninggalan Kerajaan Mataram Kuno:Baca juga: Masa Kejayaan Kerajaan Mataram KunoKerajaan Mataram Kuno berada dekat Sungai Bengawan Solo dan Sungai Brantas (periode Jawa Timur), yang menjadi jalur perdagangan sungai sekaligus pusat kegiatan ekonomi masyarakat.Sebagai kerajaan agraris, masyarakat Mataram Kuno banyak bergantung pada sektor pertanian. Wilayah yang subur serta adanya banyak sungai memungkinkan produksi komoditas pertanian melimpah, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi kerajaan.Kerajaan ini pernah diperintah oleh tiga dinasti berbeda dengan corak agama yang juga berbeda. Meski demikian, kerajaan mampu bertahan hingga tiga abad lamanya berkat kepemimpinan raja-raja yang arif dan bijaksana.Baca juga: 6 Peristiwa Penting Kerajaan Mataram KunoReferensi:
(prf/ega)
Kerajaan Mataram Kuno: Sejarah Dinasti Medang dari Jawa Tengah ke Jawa Timur
2026-01-12 04:16:05
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:40
| 2026-01-12 04:09
| 2026-01-12 03:22
| 2026-01-12 02:25
| 2026-01-12 02:16










































