Neraca Dagang Indonesia Surplus 2,39 Miliar Dollar AS pada Oktober 2025

2026-01-12 04:05:14
Neraca Dagang Indonesia Surplus 2,39 Miliar Dollar AS pada Oktober 2025
JAKARTA, - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan Indonesia kembali mengalami surplus pada Oktober 2025 dengan surplus mencapai 2,39 miliar dollar AS.Berdasarkan catatan Kompas.com, surplus ini lebih rendah dibandingkan catatan per September 2025, sebesar 4,34 miliar dollar AS. Namun hal ini merupakan surplus Indonesia dalam 66 bulan beruntun.Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini mengatakan bahwa Indonesia mencatatkan ekspor Oktober 2025 mencapain 24,24 miliar dollar AS atau turun 2,31 persen dibandingkan Oktober 2024 (year on year/YoY).Penurunan ekspor disebabkan oleh penurunan ekspor migas hingga di angka 33,60 persen"Dengan demikian neraca perdagangan Indonesia telah mencatatkan surplus selama 66 bulan beruntun sejak Mei 2020," ujarnya dalam konferensi pers pada Senin .Baca juga: Neraca Perdagangan RI Surplus 64 Bulan Berturut-turut, Agustus 2025 5,49 Miliar Dollar ASNilai impor Oktober 2025 mencapai 21,84 miliar dollar AS atau turun 1,15 persen dibandingkan Oktober 2024 (year on year/yoy).Pudji mengatakan, surplus pada Oktober 2025 ditopang pada komoditas nonmigas yaitu 4,31 miliar miliar dollar AS dengan komoditas penyumbang surplus utama lemak dan minyak hewani nabati, kemudian bahan bakar mineral, serta besi dan baja.Pada saat yang sama katanya, neraca perdagangan komoditas migas tercatat mengalami defisit sebesar 1,92 miliar dollar AS, dengan minyak mentah dan hasil minyak sebagai komoditas penyumbang defisit utama.Selanjutnya, untuk neraca perdagangan kumulatif atau periode Januari hingga Oktober 2025, neraca perdagangan barang mencatat surplus sebesar 35,88 miliar dollar AS.Surplus tersebut ditopang oleh surplus komoditas non-migas yang mencapai 51,51 miliar dollar AS, sementara komoditas migas masih mencatat defisit sebesar 15,63 miliar dollar AS.Baca juga: Sinergi Data Harga Pangan BPS-Kemendag, dari Pasar ke Kebijakan Pengendalian InflasiDari sisi neraca perdagangan kumulatif Indonesia menurut negara mitra dagang juga menunjukkan variasi kinerja.Ada tiga negara penyumbang surplus terbesar adalah Amerika Serikat dengan nilai 14,93 miliar dollar AS, disusul India sebesar 11,29 miliar dollar AS, dan Filipina sebesar 7,18 miliar dollar AS.Sementara itu, negara penyumbang defisit terdalam adalah Tiongkok dengan minus 16,32 miliar dollar AS, diikuti Australia sebesar minus 4,58 miliar dollar AS, serta Singapura sebesar minus 4,17 miliar dollar AS.Secara keseluruhan, sepanjang Januari hingga Oktober 2025, neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus sebesar 35,88 miliar dollar AS, atau meningkat 10,98 miliar dollar AS dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.


(prf/ega)