BANYUWANGI, - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyinggung tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali saat meninjau arus libur Nataru di Pelabuhan Gilimanuk Bali, Senin .Hal tersebut diungkapkan saat Menhub secara khusus membahas 4 hal utama yang menjadi perhatian bagi ASDP dan seluruh pemangku kepentingan.Yaitu aspek keselamatan yang disebutnya harus menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan operasional, dan pentingnya kolaborasi yang solid antar seluruh pihak terkait, mulai dari regulator, operator, aparat keamanan, hingga pemerintah daerah."Penting untuk memperhatikan detail-detail kecil sebagai pembelajaran dari insiden kecelakaan KMP Tunu pada Juli 2025 lalu agar tidak terulang kembali," kata Dudy.Baca juga: Usung Tema Frozen, Pos Nataru di Jombang Viral Jadi Spot Swafoto MasyarakatTerakhir, tentang kewaspadaan tinggi terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi kapan saja dan berdampak langsung pada keselamatan pelayaran.Namun demikian, ia memuji layanan transportasi, termasuk penyeberangan Bali-Jawa yang terpantau berlangsung lancar dan aman berkat kesiapan operator serta sinergi lintas pemangku kepentingan.Ia menekankan bahwa keberhasilan ini perlu terus dijaga hingga periode arus balik berakhir, mengingat tingginya mobilitas masyarakat pada libur akhir tahun.PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan kesiapan layanan penyeberangan lintasan Gilimanuk–Ketapang dalam menghadapi arus pergerakan Nataru.Baca juga: Paling Diminati Saat Libur Nataru, Kota Lama Semarang Dikunjungi 310.224 WisatawanBerbagai langkah antisipatif disiapkan untuk menjaga kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan pengguna jasa, seiring dinamika trafik yang terus dipantau secara intensif selama periode Nataru, baik pada arus berangkat maupun arus balik."Di lintas Ketapang-Gilimanuk jumlah kapal yang siap operasi (standbye) sebanyak 55 unit serta 17 unit dermaga di Ketapang dan Gilimanuk, dilengkapi buffer zone dan delaying system untuk mengantisipasi fluktuasi kepadatan kendaraan,” kata Senior General Manager Regional III ASDP, Capt. Luthfi Adi Subarkah.Bersama operator terkait, juga telah disiapkan skenario pola operasi kapal yang fleksibel sesuai tingkat kepadatan, mulai dari kondisi normal hingga sangat padat.Pada kondisi puncak, kapasitas angkut dapat dioptimalkan melalui pengoperasian hingga 32 kapal dengan dukungan dermaga alternatif Bulusan serta pola time based berthing (TBB) guna mempercepat proses bongkar muat kendaraan.Baca juga: Ancaman Gelombang Tinggi Saat Musim Libur Nataru di Selat Bali, Menhub Wanti-wanti Kelaikan KapalPelabuhan Ketapang mencatat 81.916 unit kendaraan dengan total penumpang 302.181 orang.Jika ditotal, total kendaraan yang dilayani pada kedua arah lintasan mencapai lebih dari 165 ribu unit dengan pergerakan penumpang sekitar 585 ribu orang.“Fokus utama kami adalah keselamatan dan kelancaran layanan. Dengan dukungan personel operasional, fasilitas pelabuhan, serta sinergi seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis layanan penyeberangan Gilimanuk-Ketapang selama Nataru dapat berjalan aman, tertib, dan terkendali,” ujar dia.
(prf/ega)
Tinjau Nataru di Pelabuhan Gilimanuk, Menhub Singgung Tragedi KMP Tunu Pratama Jaya
2026-01-12 05:27:59
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:13
| 2026-01-12 05:52
| 2026-01-12 05:49
| 2026-01-12 05:05
| 2026-01-12 04:47










































