- Di tengah pro dan kontra, Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon meluncurkan buku "Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global" pada Minggu .Buku tersebut disusun dalam 10 jilid dan membahas perjalanan Panjang Indonesia sejak masa prasejarah hingga era reformasi.Sedikitnya 123 sejarawan yang berasal dari 34 perguruan tinggi turut terlibat dalam penyusunan buku baru sejarah Indonesia ini.Lantas, apa saja isi buku sejarah Indonesia yang diluncurkan oleh Fadli Zon?Baca juga: Tahun Terpanas dalam Sejarah Indonesia, Apakah 2025 Termasuk? Ini Kata BMKGFadli Zon berharap buku sejarah Indonesia yang baru diluncurkannya dapat menjadi rujukan penting dalam memahami perjalanan panjang Indonesia.Dia menyebut, mestinya buku sejarah Indonesia tersebut bisa lebih panjang dari yang seharusnya."Kalau sejarah kita ditulis secara lengkap mungkin harusnya 100 jilid kalau mau ditulis secara lengkap. Jadi ini adalah highlight dari perjalanan," kata dia, saat dihubungi Kompas.com, Senin . Oleh sebab itu, pemerintah berencana untuk menulis buku-buku sejarah tematik lainnya pada tahun depan.Beberapa di antaranya adalah buku sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada 1945-1959 yang bakal diperdalam, termasuk pembentukan kembali Negara Kesatuan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1950 dan sejarah kerajaan-kerajaan di Nusantara, seperti Sriwijaya, Majapahit, hingga Pajajaran.Adapun buku sejarah Indonesia yang baru diluncurkan ini hanya memuat 10 jilid. Masing-masing jilid membahas topik yang berbeda.Baca juga: Soal Penolakan Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Fadli Zon: Itu Masukan, tapi Jasa-jasanya Luar BiasaDikutip dari Kompas.com, Senin , berikut isi ke-10 jilid buku Sejarah Indonesia: Buku Sejarah jilid baru bakal membahas fondasi awal peradaban di Nusantara, termasuk dinamika prasejarah hingga perkembangan awal masyarakatnya.Buku ini juga menyinggung soal peristiwa kembalinya fosil Java Man (Homo erectus) ke Indonesia dari Belanda pada September 2025 lalu.Diberitakan sebelumnya, fosil Java Man awalnya ditemukan oleh arkeolog Belanda Eugene Dubois di Trinil, daerah Ngawi Jawa Timur. Namun, artefak tersebut diboyong ke Naturalis Museum, Leiden, Belanda.Jilid kedua dan ketiga menyambung menjadi satu kesatuan yang mengulas soal keterhubungan Nusantara dengan dunia Internasional, terutama melalui interaksi dengan India, China, dan Persia.
(prf/ega)
Apa Isi Buku Sejarah Indonesia yang Diluncurkan Fadli Zon?
2026-01-11 22:09:09
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 22:09
| 2026-01-11 20:56
| 2026-01-11 20:30










































