Wamenhaj Merasa Dituduh Korupsi Penunjukan Syarikah oleh Kartel Haji

2026-01-12 05:31:49
Wamenhaj Merasa Dituduh Korupsi Penunjukan Syarikah oleh Kartel Haji
JAKARTA, - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, merasa dituduh terlibat praktik korupsi karena penunjukan perusahaan penyedia layanan haji (syarikah) yang berkurang jumlahnya dari delapan menjadi dua."Saya akan berani bilang saya dan Gus Irfan (Menhaj Mochammad Irfan Yusuf) tidak korupsi sama sekali terkait dengan syarikah," ujar Dahnil dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Rabu .Baca juga: Kemenhaj Diminta Evaluasi 2 Syarikah Haji 2026, Anggota DPR: Pelayanan Harus DitingkatkanDua syarikah untuk ibadah haji 2026 adalah Rakeen Mashariq Al Mutamayizah Company For Pilgrim Service dan Albait Guest.Protes itu menurut Dahnil dilontarkan oleh para kartel haji yang melontarkan tuduhan korupsi atau "main-main" terkait penunjukan syarikah di Arab Saudi."Sekarang banyak yang protes, terutama, ya saya sering menyebutnya Kartel Haji segala macam. Kenapa? Karena dua saja yang kebagian, yang lain tidak," tuturnya.Baca juga: Kemenhaj Ungkap Alasan Hanya Tunjuk Dua Syarikah untuk Haji 2026Dahnil menantang kepada pihak yang disebutnya telah menuduh dirinya korupsi untuk melakukan mubahalah, doa yang dilakukan dengan sungguh-sungguh untuk memohon jatuhnya laknat Allah atas siapa yang berbohong."Malah saya bilang kalau ada yang menuduh saya dan Pak Menteri (korupsi), kita bermubahalah, saya bilang. Saya tidak ikut campur, Pak Menteri tidak ikut campur, semuanya kami biarkan pada proses alamiah," kata Dahnil.Dahnil mengatakan, ada pihak-pihak yang protes atas penunjukan syarikah pada penyelenggaraan haji 1447 Hijriah atau 2026 yang berkurang dari tahun sebelumnya."Ada yang bercanda begini, kalau delapan syarikah, bagi-baginya banyak, yang menikmati banyak. Kalau dua syarikah, cuma dua itu, maka ada yang protes," ucapnya.Baca juga: Ini 2 Syarikah yang Dipilih untuk Haji 2026, Meski Diakui Pernah BermasalahSaking kesalnya terhadap fitnah yang beredar di media sosial, Dahnil menyatakan ia dan Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf siap bermubahalah."Kalau kami dituduh main-main, korupsi, segala macam, ayo kita bermubahalah. Saya yang tewas, saya yang menderita kalau saya korupsi, atau Anda yang menuduh yang korupsi," tuturnya.Dahnil menegaskan bahwa tuduhan korupsi terkait syarikah itu tidak benar dan menantang pihak penuduh untuk membuktikan melalui mubahalah."Kita bermubahalah. Kalau fakta kamu itu dibayar, maka kamu akan sengsara dunia dan akhirat. Kalau tuduhan saya itu salah, saya yang sengsara dunia akhirat," tuturnya.


(prf/ega)