Deretan Motor Listrik Baru yang Meluncur Tahun 2025

2026-01-16 10:49:18
Deretan Motor Listrik Baru yang Meluncur Tahun 2025
JAKARTA, – Tahun 2025 menjadi salah satu periode paling dinamis bagi perkembangan pasar motor listrik di Indonesia. Sepanjang tahun ini, sejumlah pabrikan menghadirkan model baru yang dirancang untuk menjangkau berbagai segmen konsumen.Kehadiran deretan motor listrik terbaru tersebut menunjukkan bahwa persaingan di pasar kendaraan elektrifikasi semakin kompetitif, sekaligus memberi lebih banyak opsi bagi masyarakat yang ingin beralih ke mobilitas ramah lingkungan.Salah satu model yang mendapat perhatian adalah Alva Cervo X, motor listrik bergaya futuristik yang dibekali baterai LFP dan diklaim mampu menempuh jarak hingga sekitar 125 km dalam sekali pengisian daya.Baca juga: Pekan Ini Ganjil Genap Jakarta Hanya Berlaku 4 Hari/ADITYO WISNU Alva Cervo XMotor ini juga mampu menyentuh kecepatan lebih dari 100 km/jam, sehingga tidak hanya cocok untuk penggunaan harian di dalam kota, tetapi juga perjalanan jarak menengah.Dengan harga yang berada di kisaran Rp 40 jutaan, Cervo X diposisikan sebagai produk premium di kelasnya.Di segmen yang lebih terjangkau, Gesits menghadirkan Gesits GV1 sebagai opsi entry level dengan banderol sekitar Rp 20 jutaan. Baca juga: Puluhan Produsen Mobil Listrik China Terancam Tutup pada 2026Sprinto Baru Meluncur, Sprinto Langsung Catat Hampir 500 Pemesanan di GJAW 2025Indomobil Emotor juga ikut memperkuat portofolio kendaraan listrik melalui lini Emotor, yang terdiri dari Emotor Adora, Tyranno, dan Sprinto.Emotor Adora dan Tyranno dipasarkan di kisaran harga Rp 24 jutaan sampai Rp 25 jutaan, sementara Emotor Sprinto hadir sebagai varian yang lebih canggih dengan fitur modern seperti traction control dan regenerative braking.Di kelas menengah, Maka Motors menawarkan Maka Cavalry yang dibanderol sekitar Rp 35 jutaan. Model ini hadir dengan desain yang tegas serta karakter berkendara yang dirancang untuk pengguna yang menginginkan motor listrik berpenampilan lebih maskulin.Baca juga: Sudah Tahu Puncak Macet: Mengapa Pengendara Tetap Datang?/Gilang Polytron Fox 350Polytron meluncurkan dua model sekaligus, yakni Fox 200 dan Fox 350. Fox 200 menjadi salah satu motor listrik paling terjangkau di pasar dengan harga sekitar Rp 11 jutaan.Sementara Fox 350 dipasarkan dalam beberapa skema yang membuat harganya berada di rentang Rp 15 jutaan sampai Rp 27 jutaan.Model ini menawarkan jarak tempuh yang dapat mencapai sekitar 130 km per pengisian, serta sejumlah fitur kenyamanan yang umum ditemui pada motor listrik modern.Baca juga: Cek Harga Bekas Honda HR-V Desember 2025, mulai Rp 150 Jutaan/DIO DANANJAYA TVS iQube S di IMOS 2025Sementara itu, TVS iQube S hadir membawa sentuhan khas pabrikan global, dipasarkan di kisaran Rp 29 jutaan dengan desain praktis untuk mobilitas perkotaan.Dari kubu United E-Motor, hadir beberapa model baru seperti United RX6000, Avand SL150, dan MX-1200 Li.United MX-1200 Li menjadi salah satu varian yang menarik karena menggunakan baterai lithium dan dibanderol dengan harga di kisaran Rp 20 jutaan sampai Rp 25 jutaan.Baca juga: Ada Car Free Night: Jalan Sudirman–Thamrin Tutup saat Malam Tahun Baru/DIO DANANJAYA Test ride Yadea Velax di IIMS 2025Selain itu, Yadea melalui model Velax turut meramaikan pasar dengan desain kompak dan harga sekitar Rp 19 jutaan, menyasar konsumen muda dan pengguna komuter di wilayah perkotaan.Secara umum, motor listrik baru yang hadir sepanjang 2025 menawarkan rentang spesifikasi dan harga yang semakin luas.Baca juga: Changan Lumin EV vs VinFast VF 3: Adu Mobil Listrik PerkotaanUnited E-Motor Motor listrik United E-Motor Berikut ini daftar motor listrik baru yang meluncur tahun 2025:- Alva Cervo X- Gesits GV1- Indomobil Emotor Adora- Indomobil Emotor Tyranno- Indomobil Emotor Sprinto- Maka Cavalry- Polytron Fox 200- Polytron Fox 350- TVS iQube S- United RX6000- United Avand SL150- United MX-1200 Li- Yadea Velax


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Pendekatan “heritage meets modern” tersebut akan menjadi salah satu strategi utama Bata ke depan. Bata, kata Panos, ingin menghidupkan identitas lama yang disukai generasi sebelumnya, tetapi dihadirkan dengan desain yang sesuai selera generasi baru.Transformasi tidak hanya terjadi pada produk, tetapi juga pada retail experience. Laporan Tahunan 2024 menyebut bahwa seluruh toko Bata kini mengadopsi konsep modern-minimalis Red 2.0.Namun, bagi Panos, esensi modernisasi toko bukan sekadar tampil fashionable.“Bagi saya yang penting adalah membuat belanja lebih mudah dengan cara yang sangat sederhana,” ungkapnya. Ia membayangkan toko Bata sebagai ruang yang tidak berantakan, produk yang terkurasi jelas, dapat memandu konsumen tanpa membuat mereka bingung, serta menampilkan fokus utama pada produk.“Kami akan menaruh usaha lebih besar pada produk dan membimbing konsumen ke produk itu, product first,” katanya.Baca juga: Bukan Merek Lokal, Ini Sosok Pendiri Sepatu BataLaporan tahunan 2024 juga menunjukkan penguatan digital Bata secara signifikan, mulai dari integrasi pembayaran digital (Gopay, ShopeePay, OctoPay, Visa Contactless), kolaborasi dengan key opinion leader (KOL), serta penguatan Bata Club sebagai program loyalitas.Upaya itu sejalan dengan visi Panos untuk membawa Bata lebih dekat ke generasi muda Indonesia. Apalagi, generasi ini berbelanja secara omnichannel dan peka terhadap brand yang punya nilai jelas.Panos menilai, generasi muda juga punya kepekaan terkait asal-usul produk. Menurutnya, konsumen masa kini memperhatikan bagaimana sepatu dibuat, mulai dari aspek keberlanjutan (sustainability), lokasi pembuatan produk, hingga siapa yang mengerjakannya.Bata Indonesia sendiri telah melakukan sejumlah langkah keberlanjutan nyata, seperti optimalisasi konsumsi energi, efisiensi rantai pasok, penggunaan teknologi hemat energi, dan tata kelola material yang lebih baik.“Sustainability bukan sesuatu yang kamu pasarkan. Sustainability adalah sesuatu yang kamu jalani dan kamu wujudkan setiap hari,” tegasnya.Upaya modernisasi Bata, mulai dari kurasi produk, perbaikan toko, hingga penguatan kanal digital, pada akhirnya kembali pada satu tujuan, yakni menjawab kebutuhan konsumen Indonesia hari ini. Setelah melewati masa restrukturisasi, Bata ingin memastikan bahwa setiap langkah transformasi benar-benar berangkat dari pemahaman terhadap perilaku dan ekspektasi masyarakat Indonesia yang terus berkembang.Di sinilah Panos melihat kekuatan besar yang dimiliki Bata selama puluhan tahun di Indonesia, yaitu hubungan emosional yang terbangun secara alami dengan konsumennya.Baca juga: Sepatu Bata, Sering Dikira Produk Lokal Ternyata Berasal dari Ceko“Konsumen Indonesia sangat loyal. Jauh lebih loyal jika dibandingkan banyak konsumen lain di dunia,” kata Panos.Namun, ia mengingatkan bahwa loyalitas bukan sesuatu yang bisa dianggap pasti. “Kami harus relevan untuk konsumen hari ini, lebih terhubung dengan audiens muda, dan membawa mereka kembali masuk ke Bata,” tuturnya. Upaya untuk kembali relevan di mata konsumen tidak bisa berdiri sendiri. Menurut Panos, transformasi Bata hanya bisa berjalan jika dukungan internal juga kuat dan keyakinan dari orang-orang yang bekerja di baliknya.“Setelah Covid, keyakinan itu selalu turun. Padahal, kepercayaan internal itu sangat penting,” katanya.Maka dari itu, Panos ingin seluruh tim melihat arah baru Bata sebagai momentum untuk bangkit bersama.“Kami akan membutuhkan lebih banyak karyawan untuk berkembang dan menjadi lebih kuat di Indonesia,” katanya.Dengan fondasi internal yang diperkuat dan strategi baru yang mulai berjalan, Panos memandang masa depan Bata di Indonesia dengan keyakinan yang besar. Baginya, transformasi yang sedang dilakukan tidak hanya soal restrukturisasi, modernisasi produk, atau pembaruan toko, tetapi juga membangun hubungan yang lebih bermakna dengan konsumen.“Saya berharap ketika datang lagi ke sini, saya bisa merasa bangga terhadap Bata. Bangga melihat Bata tersedia untuk konsumen yang lebih luas, melihat pelanggan datang ke Bata dan bisa merasakan mereka menyukainya,” harapnya.Baca juga: Sejarah Sepatu Bata, Merek Eropa yang Sering Dikira dari IndonesiaIa juga menginginkan pertumbuhan yang tidak hanya tecermin dalam penjualan atau jumlah toko, tetapi juga dalam cara masyarakat Indonesia memaknai kehadiran Bata setelah lebih dari 90 tahun berada di tengah mereka.“Saya ingin Bata berarti sesuatu bagi Indonesia serta berkata, ‘Saya tumbuh bersama Bata. Bata adalah perusahaan lokal sekaligus global dan Bata mengerti saya’,” katanya. Panos melihat Indonesia bukan sekadar pasar besar, melainkan rumah penting bagi perjalanan panjang Bata. Dengan arah baru, strategi yang lebih fokus, dan loyalitas konsumen yang kuat, ia yakin Bata akan kembali menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia untuk waktu yang lama.

| 2026-01-16 10:54