JAKARTA, - Film fiksi ilmiah keluarga Pelangi di Mars resmi memperkenalkan teaser trailer perdana pada Senin .Melalui cuplikan singkat tersebut, penonton diperkenalkan pada karakter Pratiwi yang diperankan Lutesha, seorang ibu yang menyambut kelahiran anaknya, Pelangi, di Planet Mars.Momen emosional itu menjadi pembuka sekaligus gambaran awal suasana dunia baru dalam film.Produser Dendi Reynando menjelaskan, Pelangi di Mars mengangkat perjalanan tokoh Pelangi, manusia pertama yang lahir dan tumbuh besar di planet merah.Baca juga: Film Pelangi di Mars Disutradarai Upie Guava, Gunakan Teknologi XRIa kemudian memulai sebuah misi penting bersama para robot cerdas untuk mencari mineral spesial demi menyelamatkan Bumi dari krisis besar."Cuplikan ini kami siapkan sebagai pintu masuk, agar orang-orang bisa melihat sedikit seperti apa dunia Pelangi di Mars," ujar Dendi di konferensi pers di Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Senin .Sutradara Upie Guava mengakui produksi film ini penuh tantangan.Menurutnya, teknologi hybrid memungkinkan tim menghadirkan imajinasi visual yang luas tanpa menghilangkan unsur emosi yang kuat dalam kisah keluarga dan persahabatan.“Intinya film ini menggunakan beragam aspek teknis film making. Di sini ada animasi hingga live action shoot, lalu ada motion picture juga yang pakai body actor,” ujar Upie.Baca juga: Rio Dewanto, Messi Gusti hingga Lutesha Bintangi Film Pelangi di MarsDendi menambahkan, Pelangi di Mars diproduksi menggunakan teknologi Extended Reality (XR), yang sebelumnya banyak digunakan dalam produksi film skala internasional.“Upie bilang ada teknologi baru bernama Extended Reality (XR) yang sudah dipakai di Hollywood dan seluruh dunia mencoba mengadaptasi ini dan juga yang kami lakukan di film ini,” ujar Dendi.Dendi mengatakan, film ini memadukan teknik animasi dan live action dengan pendekatan berbeda dari animasi tradisional.Meskipun prosesnya rumit karena menggabungkan XR, green screen, dan live action dalam satu adegan, ia menyebut hasilnya sudah hampir selesai.“Metode animasi kami berbeda dengan tradisional animasi. Syukurnya film ini hampir rampung, tinggal 10 persen lagi," kata Dendi.Baca juga: Dirut PFN Ifan Seventeen: Pelangi di Mars Lambangkan Masa Depan Industri Film IndonesiaIa mengakui belum berpengalaman membuat film dengan proses yang menggabungkan animasi, XR, green screen, dan live action dalam satu adegan.
(prf/ega)
Pelangi di Mars Rilis Teaser Trailer, Film Sci-fi Indonesia Dibintangi Lutesha
2026-01-12 03:50:13
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:35
| 2026-01-12 03:32
| 2026-01-12 03:23
| 2026-01-12 03:07
| 2026-01-12 02:12










































