15.235 Warga Binaan Se-Indonesia Terima Remisi Natal

2026-02-04 07:27:06
15.235 Warga Binaan Se-Indonesia Terima Remisi Natal
JAKARTA, - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) memberikan remisi ke 15.235 warga binaan di seluruh Indonesia pada Hari Raya Natal 2025.Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi mengatakan, pemberian remisi tersebut dilaksanakan serentak di seluruh unit pelaksana teknis (UPT), baik rumah tahanan (rutan) maupun lembaga pemasyarakatan (lapas)."Untuk remisi warga binaan kami, baik secara khusus dan umum, total semua ada 15.000, ini seluruh Indonesia, ya 15.235 dan ini dilaksanakan oleh masing-masing UPT," ucap Mashudi di Rutan Kelas I Cipinang, Kamis .Baca juga: Momen Tahanan KPK Dibesuk Keluarga Saat Hari Natal 2025Mashudi menjelaskan, khusus di wilayah Jakarta terdapat 610 warga binaan yang menerima remisi Natal.Dari jumlah tersebut, lima orang di antaranya langsung dinyatakan bebas setelah mendapatkan pengurangan masa pidana."Untuk remisi (Jakarta) 610 untuk warga binaan yang mendapatkan, pengurangan sendiri mulai 15 hari sampai 2 bulan variasinya, Hari ini ada bebas 5 orang (di Rutan Kelas I Cipinang)," ungkap dia.Baca juga: 100 Ucapan Selamat Natal 2025 Menyentuh Hati, Penuh Doa dan Harapan untuk Dikirim ke Keluarga dan KolegaLebih lanjut, Mashudi menegaskan bahwa pemberian remisi tidak dilakukan secara otomatis, melainkan melalui proses dan asesmen yang ketat.Setiap warga binaan harus memenuhi sejumlah kriteria yang telah ditetapkan."Proses gampang, semua melalui proses. Di situ ada empat kriteria yang harus dilakukan oleh warga binaan. Melakukan pembinaan, ya kan, dia mengikuti kegiatan yang ada di dalam Lapas ini, dan menurunkan daripada tingkat risiko," ucap Mashudi."Jadi ada asesmen nanti. Begitu asesmennya itu turun, dia ke bawah (risikonya rendah). Nah, ini salah satu yang menjadikan kita putusan di dalam sidang TPP (Tim Pengamat Pemasyarakatan). Dari bawah, dari UPT ke Kanwil, Kanwil baru ke Direktorat Ditjenpas. Dan ini mengalami saringan-saringan," imbuh dia.Baca juga: 5 Film Natal Legendaris yang Tak Lekang oleh WaktuRutan Kelas I Cipinang menggelar pemberian remisi Natal bagi warga binaan di lapangan dalam Rutan Cipinang, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis .Sejumlah keluarga warga binaan sudah berdatangan sejak pagi hari, mereka tampak menunggu giliran untuk diizinkan masuk oleh petugas rutan.Mayoritas keluarga warga binaan mengenakan pakaian putih dengan celana hitam.Mereka mengantre secara tertib sebelum memasuki area rutan.Petugas memeriksa seluruh pengunjung untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang dibawa ke dalam rutan.Baca juga: Natal Jauh dari Keluarga, Cerita Mahasiswa Timor Leste Rayakan Natal di JakartaSelain itu, para pengunjung juga diwajibkan mengenakan kartu pengunjung yang dikalungkan dan digunakan selama berada di dalam rutan.Di dalam area rutan, ada tenda berwarna dominan putih dan biru muda yang menjadi lokasi utama pelaksanaan pemberian remisi bagi warga binaan.Suasana Natal pun terasa kental dengan berbagai dekorasi, seperti pohon Natal di sekitar lokasi acara serta ornamen Santa Claus dan rusa di salah satu gereja di dalam Rutan Cipinang.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-02-04 06:23