Percepat Pemulihan Infrastruktur Pascabencana di Aceh dan Sumut, PT PP Fokus Tangani Akses Vital

2026-01-12 04:33:46
Percepat Pemulihan Infrastruktur Pascabencana di Aceh dan Sumut, PT PP Fokus Tangani Akses Vital
- PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk atau PT PP terus bergerak cepat mendukung penanganan darurat dan pemulihan infrastruktur pascabencana hidrometeorologi yang melanda Provinsi Aceh dan Sumatera Utara (Sumut).Sejak hari pertama kejadian, PT PP fokus menangani akses vital masyarakat secepat mungkin dengan tetap memastikan keselamatan dan keamanan warga setempat.Sebagai respons cepat, PT PP mengerahkan lebih dari 46 personel lapangan yang didukung berbagai alat berat, antara lain excavator, bulldozer, crane 60 ton, dump truck, serta chainsaw.Seluruh sumber daya ini dikerahkan ke titik-titik paling terdampak di kedua provinsi untuk memastikan pekerjaan penanganan dapat berjalan secara paralel dan efektif.Baca juga: Prabowo Ingin ke Sumatera Sepekan Sekali Pantau Penanganan Pasca-banjirKerusakan infrastruktur di Aceh tercatat cukup kompleks dan tersebar. Salah satu kerusakan terparah adalah terputusnya ruas jalan Bireuen–Bener Meriah–Takengon sepanjang 103 kilometer (km) akibat rusaknya Jembatan Teupin Mane dan sejumlah jembatan lain, seperti Jembatan Enang-Enang, Weihni Rongka, Weihni Rongka II, Jamur Ujung, dan Alue Kulus.Selain itu, longsor besar juga berdampak di beberapa titik, antara lain station (STA) 15+700, 19+800, 22+100, dan 49+000.Di tengah keadaan darurat, PT PP memprioritaskan penyelesaian pembangunan Jembatan Bailey dalam 12 hari sebagai jembatan darurat pengganti Jembatan Teupin Mane.Jembatan tersebut menjadi jalur penting yang menghubungkan Kabupaten Bireuen dengan Kabupaten Bener Meriah, Takengon, dan wilayah tengah Aceh. Akses ini vital digunakan untuk mobilitas orang dan barang antarwilayah, seperti hasil perkebunan sayur dan buah.Baca juga: Pemasangan Jembatan Bailey di Anggoli Rampung, Akses Tapteng-Tapsel Segera TerhubungKeberadaan jembatan itu juga menjadi bagian dari jalur darat penting yang menghubungkan Medan dan Banda Aceh melalui Bireuen.Penyelesaian jembatan menjadi prioritas karena PT PP meyakini bahwa memulihkan jembatan berarti mengembalikan konektivitas antarkota/provinsi.Sementara itu, pada ruas utama Aceh Tamiang–Medan, terdapat dua titik longsor dengan total panjang sekitar 405 meter yang telah ditangani melalui penggalian, pembersihan material longsor, serta pembentukan jalur sementara.Baca juga: Cerita Pilu Korban Banjir Aceh Tengah, Tempuh 12 Jam dan 4 Titik Longsor Demi Dapat MakananPT PP memastikan jalur tersebut dapat kembali dilalui dua arah secara bertahap pada 5–15 Desember 2025.Adapun di Provinsi Sumut, penanganan difokuskan pada sejumlah ruas strategis, antara lain Batas Aceh–Saragih–Manduamas–Barus, Sibolga–Barus, Tarutung–Sipirok, serta Padang Sidempuan.PT PP mencatat, terdapat 11 titik longsor serta beberapa jembatan terdampak, termasuk Jembatan Aek Sibundong yang menjadi akses penting antarwilayah.Seluruh lokasi saat ini berada dalam tahap pembersihan material, galian, penimbunan, perapian badan jalan, serta proteksi lereng untuk memastikan konektivitas kembali stabil dan aman, baik bagi masyarakat maupun kendaraan logistik.Baca juga: Percepat Pemulihan Konektivitas Bireuen, Jembatan Bailey Dipasang


(prf/ega)