Peaknose, Munchkin, hingga Sphynx Disebut Kucing Cacat, Ini Penjelasan Ahli

2026-01-12 04:37:16
Peaknose, Munchkin, hingga Sphynx Disebut Kucing Cacat, Ini Penjelasan Ahli
- Kucing adalah salah satu hewan yang paling banyak dipelihara, terutama oleh masyarakat Indonesia.Beberapa breed atau ras kucing yang banyak dipelihara, seperti peaknose, munchkin, Scottish fold, American curl, hingga sphynx.Meski mempunyai penampilan gemas dengan tingkah lucunya, kucing-kucing itu termasuk kucing cacat.Lantas, mengapa peaknose, munchkin, hingga sphynx disebut kucing cacat?Baca juga: Apakah Kucing Bisa Masuk Angin Saat Kena Hujan? Ini Kata Dokter Hewan UGMDosen Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM), Slamet Raharjo mengatakan bahwa berbagai kucing ras cacat.“Cacat di sini dalam arti anatominya tidak normal,” kata Slamet kepada Kompas.com, Rabu .Ia menyebutkan, peaknose memiliki tulang hidung yang super pendek, membuat moncong menjadi sangat pendek, serta rahang atas cenderung lebih pendek dari rahang bawah.Sementara itu, kucing munchkin memiliki tulang paha kaki depan dan belakang yang sangat pendek dibandingkan ukuran tubuhnya.“Kalau kucing sphynx tidak memiliki rambut proteksi (tidak punya bulu sama sekali atau botak),” ucap Slamet,”Baca juga: Ramai soal Kucing Minum Matcha, Ahli Ingatkan BahayanyaKemudian, kucing ras Scottish fold diketahui cacat anatomi berupa bentuk telinga yang tidak normal seperti terlipat ke bawah.Kucing American curl juga mempunyai cacat anatomi pada telinganya. Seperti diketahui, telinga American curl diketahui melengkung ke atas seperti rambut ikal.“Termasuk kucing Persia yang rambutnya super panjang, membuat kucing ini tidak dapat melakukan self-grooming dengan sempurna sehingga wajib dibantu menyisir rambutnya secara berkala,” ujar Slamet.Selain itu, kucing rex mempunyai bulu atau rambut keriting pendek. Lalu, ada kucing bobtail yang ekornya pendek.Cacat anatomi juga terjadi pada kucing squitten atau squirrel kitten. Kucing ras ini memiliki kaki depan pendek namun kaki belakangnya panjang.Baca juga: Kucing Makan Nasi Bisa Sebabkan Diabetes, Berpotensi Alami 5 Komplikasi IniSlamet menyampaikan, semua kondisi cacat tersebut diakibatkan oleh cacat genetik yang kemudian diturunkan ke anak-anak atau keturunannya secara terus-menerus.


(prf/ega)