China Bangun Proyek Rekayasa Ekologi Raksasa, Ingin Tanam 34 Miliar Pohon Lagi

2026-01-12 05:27:59
China Bangun Proyek Rekayasa Ekologi Raksasa, Ingin Tanam 34 Miliar Pohon Lagi
– China telah mulai membangun proyek rekayasa ekologi raksasa yang dijuluki “Great Green Wall” untuk memperlambat perluasan Gurun Gobi dan Taklamakan di wilayah utara negara tersebut.Sejak diluncurkan pada 1978, pemerintah China telah menanam lebih dari 66 miliar pohon di sepanjang perbatasannya dengan Mongolia, Kazakhstan, dan Kirgizstan.Dalam 25 tahun ke depan, China berencana menanam 34 miliar pohon tambahan. Jika target ini tercapai, proyek tersebut diperkirakan akan meningkatkan tutupan hutan global hingga 10 persen dibandingkan akhir 1970-an.Baca juga: Filipina-China Memanas di Laut China Selatan, Nelayan sampai TerlukaProyek yang secara resmi bernama Three-North Shelter Forest Program ini dirancang untuk menahan laju erosi tanah dan endapan pasir yang meningkat sejak dekade 1950-an.Urbanisasi masif dan perluasan lahan pertanian kala itu memperparah kondisi wilayah utara China yang memang sudah kering, sehingga memicu badai pasir yang semakin sering.Badai pasir tidak hanya mengikis lapisan tanah atas dan merusak lahan, tetapi juga meningkatkan polusi partikel di kota-kota besar. Kondisi ini turut memperburuk kualitas udara, termasuk di Beijing.Wilayah utara China sejatinya telah kering sejak lama. Pegunungan Himalaya menciptakan efek bayangan hujan (rain shadow) yang membatasi curah hujan di sepanjang perbatasan China dan Mongolia.Faktor ini membuat Gurun Gobi dan Taklamakan berkembang sangat luas.Menurut Royal Geographical Society, kedua gurun tersebut mencakup area sekitar 1,6 juta kilometer persegi, hanya sedikit lebih kecil dari Alaska.Meski upaya penghijauan telah berlangsung selama lima dekade, desertifikasi masih terus berlanjut.Baca juga: Laporan Rahasia: AS Bakal Kalah Telak jika Perang Terbuka dengan China, Ini PenyebabnyaGurun Gobi, misalnya, setiap tahun menelan sekitar 3.600 kilometer persegi padang rumput China.Selain merusak ekosistem dan lahan pertanian, proses ini juga memperparah polusi udara di kawasan perkotaan.Sebagaimana dilansir Live Science, Sabtu , pada 2025, perwakilan pemerintah China mengumumkan bahwa kawasan Gurun Taklamakan kini telah dikelilingi vegetasi, yang membantu menstabilkan bukit pasir.Upaya ini turut meningkatkan tutupan hutan China dari sekitar 10 persen pada 1949 menjadi lebih dari 25 persen saat ini.Penanaman pohon akan terus dilakukan untuk menjaga dan memperluas kawasan hijau tersebut.


(prf/ega)