Produsen Kakao Terbesar di Asia, Indonesia Kontribusi 3 Persen Pasokan Dunia

2026-01-11 22:24:40
Produsen Kakao Terbesar di Asia, Indonesia Kontribusi 3 Persen Pasokan Dunia
DENPASAR, - Produk kakao Indonesia berkontribusi sebanyak 3 persen terhadap produksi kakao dunia.Meskipun terbilang kecil, Indonesia menempati posisi ketujuh sebagai negara dengan produksi biji kakao terbesar berdasarkan data International Cocoa Organization (ICCO) pada 2022.Ketua Umum Dewan Kakao Indonesia Soetanto Abdoellah menyampaikan, negara dengan produksi kakao terbesar masih ditempati oleh Pantai Gading dan Ghana yang masing-masing menyumbang 43 persen dan 20 persen.Baca juga: Potensi Besar Kakao Indonesia, Tantangan Masih MenggunungKendati demikian, posisi komoditas kakao Indonesia masih menjadi yang nomor satu di tingkat Asia.“Pantai Gading dan Ghana, dua negara penghasil kakao terbesar dunia,” kata dia dalam acara Kunjungan Kerja Media Kontribusi Industri Kakao untuk APBN dan Perekonomian, Senin .Selain Pantai Gading dan Ghana, posisi Indonesia juga berada di bawah Ekuador, Kamerun, Nigeria, dan Brasil yang masing-masing menguasai pangsa 7 persen, 6 persen, 6 persen, dan 4 persen.Soetanto menambahkan bahwa secara regional, negara-negara produsen kakao di Asia mengalami tren produksi yang menurun.Mengalami kondisi yang berbeda, negara produsen di Afrika dan Amerika Latin menunjukkan tren pertumbuhan positif dalam lima belas tahun terakhir.Dari jumlah yang ada, sebagian besar biji kakao Indonesia masih dinilai berkualitas rendah atau tidak melewati tahap fermentasi (non fermentasi).Tanaman dan petani kakao yang ada saat ini mayoritas sudah tua. Di samping itu, tidak adanya regenerasi signifikan dan lambatnya mekanisme untuk mendorong produksi kembali meningkat.Baca juga: Berpotensi Jadi Komoditas Andalan, Industri Kakao Hadapi Isu Penyusutan Lahan hingga Peremajaan TanamanUntuk mengatasi hal tersebut, Kepala Divisi Umum dan Sumber Daya Manusia (SDM) Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kementerian Keuangan Adi Sucipto mengatakan, pihaknya tahun depan merencanakan dapat mencapai target untuk meremajakan hingga 5.000 hektare lahan kakao.Dengan kondisi yang menantang, peremajaan ini diharapkan dapat menyentuh level minimal pada kisaran 1.200 hektare."Kalau pun nanti kick off di 2026, semoga bisa 5.000 hektare, tapi kalau optimitisnya katanya 1.200 sudah mentok," ucap Adi.


(prf/ega)