Pemkot Solo Tawarkan 20 Aset Nganggur ke Investor, Bisa Jadi Usaha Bernilai Ekonomi

2026-01-11 22:16:40
Pemkot Solo Tawarkan 20 Aset Nganggur ke Investor, Bisa Jadi Usaha Bernilai Ekonomi
SOLO, — Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah, mengajak investor untuk memanfaatkan 20 aset pemerintah yang nganggur, seperti bangunan bekas sekolah dasar dan gedung terbengkalai. Aset-aset ini akan ditawarkan secara resmi dalam Solo Investment Forum pada 12 Desember 2025.Wali Kota Solo, Respati Ardi, menekankan bahwa aset idle milik pemerintah kota memiliki potensi ekonomi besar jika dioptimalkan.Banyak di antaranya berada di lokasi strategis dan bisa diubah menjadi fasilitas publik maupun area usaha yang mendukung perekonomian lokal.“Aset-aset idle milik Pemkot, seperti bekas SD atau bangunan terbengkalai yang berada di tengah kota dan memiliki nilai ekonomis, akan ditawarkan kepada investor,” ujar Respati saat meninjau Kantor Kelurahan Banjarsari, Selasa .Baca juga: Bangkitkan Pasar Tradisional, SPPG Penumping Solo Komit Beli Kebutuhan MBG dari Supplier LokalMenurut Respati, pemanfaatan aset dilakukan melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Kota Solo.Semua penawaran dilakukan secara terbuka melalui mekanisme lelang agar transparan dan akuntabel.“Dulu aset-aset ini sulit dimanfaatkan, tetapi sekarang kami buka seluas-luasnya. Jika feasibility study menunjukkan hasil baik, maka aset tersebut dapat dipinjam pakaikan kepada warga atau pelaku usaha,” jelasnya.Saat ini terdapat sekitar 20 titik aset yang siap ditawarkan kepada investor, termasuk bangunan hasil sitaan KPK yang berada di kawasan Laweyan dan Pasar Kliwon.Respati menegaskan bahwa seluruh aset bisa dikembangkan menjadi berbagai jenis usaha yang sesuai dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Solo.“Tidak mungkin di tengah kota dibangun pabrik gula atau kandang ayam. Namun, pemanfaatannya bisa menjadi restoran cepat saji, sekolah, universitas, atau usaha lain yang sesuai aturan,” katanya.Wali Kota Solo optimistis langkah ini akan memberikan dampak positif bagi Kota Solo.Selain berpotensi meningkatkan pendapatan daerah, pemanfaatan aset idle diyakini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja baru.“Kami melihat contoh sukses dari pemanfaatan aset milik PT KAI, PT Pos, serta BUMN lainnya yang beralih fungsi menjadi berbagai fasilitas bernilai tinggi di Solo. Potensi ini sangat besar dan bisa kita kembangkan bersama,” tutur Respati.


(prf/ega)