KYOTO, — SMA Swasta di Kyoto, Jepang, menyampaikan permintaan maaf melalui situs resminya pada Senin setelah mengonfirmasi bahwa beberapa siswanya melakukan pencurian saat mengikuti perjalanan studi ke Bali, Indonesia.Pihak sekolah, Otani Junior and Senior High School, menyatakan telah mengonfirmasi bahwa aksi pencurian terjadi pada Kamis selama perjalanan studi yang berlangsung 30 November hingga 5 Desember.Dalam keterangannya, pihak sekolah menulis bahwa kejadian ini merupakan persoalan serius yang dapat menimbulkan dampak lebih luas bagi warga negara Jepang di luar negeri.Baca juga: 4 Turis Jepang Mencuri di Bali, Netizen Negeri Sakura: Mereka Aib Negara“Insiden ini bukan hanya masalah yang memerlukan perhatian penuh kepada para korban, tetapi juga tindakan serius yang berpotensi memengaruhi warga negara Jepang yang berada di luar negeri,” demikian pernyataan sekolah tersebut.“Kami menyadari perlunya dengan sungguh-sungguh meninjau kembali bagaimana kami membimbing para siswa,” lanjut pernyataan tersebut.A shop owner in Bali, Indonesia discovered after the daily inventory that 11 clothing sets were missing. After checking the cameras, he noticed that a group of tourists from Japan were the ones who stole them, in a rare incident that may be the first of its kind.The video… pic.twitter.com/u3L4o5NLhOKasus ini mulai ramai diperbincangkan setelah video yang menunjukkan sekelompok remaja laki-laki berbahasa Jepang mengambil kaos dari sebuah toko pakaian di Bali dan memasukkannya ke dalam tas tanpa membayar beredar luas di X dan platform media sosial lain.Rekaman yang diunggah pemilik toko sebelumnya menunjukkan bahwa ia kehilangan 11 potong pakaian sebelum memeriksa CCTV.Dalam video tersebut, tampak tiga pria Jepang berpura-pura melihat-lihat pakaian sambil diam-diam memasukkan barang ke dalam tas.Seorang pria keempat kemudian terlihat memasukkan satu barang ke dalam sakunya. Mereka juga terdengar berbicara dalam bahasa Jepang.Baca juga: Jepang-Korsel Ribut, Buntut Klaim PM Sanae Takaichi terhadap Kepulauan DokdoReaksi keras datang dari warganet Jepang sendiri. Banyak komentar menyebut para pelaku sebagai “individu yang menjadi aib permanen bagi negara.”Kepala sekolah, Fumio Inui, menyampaikan permintaan maaf secara langsung pada pernyataan resmi.“Kami sangat meminta maaf atas ketidaknyamanan dan kekhawatiran besar yang ditimbulkan. Kami menyikapi masalah ini dengan sangat serius,” ujarnya.Pihak sekolah juga meminta publik tidak menyebarkan spekulasi maupun informasi yang belum diverifikasi, termasuk nama dan foto para siswa yang terlibat.Mereka memperingatkan bahwa tindakan tersebut dapat menimbulkan kerugian lebih lanjut.“Kami mohon agar Anda berhati-hati dalam menanggapi masalah ini, karena spekulasi, penyebaran informasi tidak dapat dipercaya di media sosial, serta unggahan nama dan foto dapat menyebabkan kerugian lebih jauh,” tulis sekolah itu.Baca juga: Tak Biasa, PM Jepang Suruh Investor Arab Diam Saat Bicara di Forum
(prf/ega)
Siswanya Mencuri di Bali Saat Study Tour, Sekolah di Jepang Minta Maaf
2026-01-12 18:43:37
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 19:02
| 2026-01-12 18:31
| 2026-01-12 17:21
| 2026-01-12 16:51
| 2026-01-12 16:47










































