Gunung Merapi Erupsi 2 Kali, Amankah Berwisata ke Lerengnya pada Libur Nataru 2025/2026?

2026-01-12 00:20:22
Gunung Merapi Erupsi 2 Kali, Amankah Berwisata ke Lerengnya pada Libur Nataru 2025/2026?
- Gunung Merapi yang berlokasi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali mengalami erupsi pada Sabtu siang.Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat, erupsi disertai dengan guguran awan panas terjadi selama dua kali.Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso mengatakan, guguran awan panas itu terjadi pada pukul 11.21 WIB dan 11.31 WIB."Pukul 11.21 WIB, jarak luncur 1.500 meter. Lalu pada pukul 11.31 WIB Jarak luncurnya 2.000 meter mengarah ke barat daya atau Hulu Kali Krasak," ucapnya, dikutip dari Kompas.com, Sabtu. Adapun status aktivitas Gunung Merapi saat ini adalah Level III atau Siaga.Lantas, amankah berwisata di Lereng Merapi pada periode libur akhir tahun 2025?Baca juga: Gempa Jogja 2006 dalam Ingatan: Situasi Mencekam Bersamaan Erupsi Merapi dan Isu TsunamiLereng Gunung Merapi kerap menjadi pilihan berlibur keluarga di momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.Kawasan ini menawarkan berbagai aktivitas petualangan, seperti berjelajah ke Bunker Kaliadem menggunakan Jeep Lava Tour, Museum Sisa Hartaku, Kaliurang Park, hingga wisata santai dengan pemandangan indah di Bukit Klangon.Meski sempat mengalami guguran awan panas, Agus memastikan bahwa masyarakat tetap bisa berwisata ke obyek wisata di lereng Gunung Merapi selama libur akhir tahun."Kondisinya masih aman. (Kawasan) Merapi untuk saat ini masih aman untuk dikunjungi," kata dia, dikutip dari rekaman video yang diterima Kompas.com, Minggu .Agus juga membantah kabar dan narasi yang beredar di media sosial soal keadaan Gunung Merapi yang mengkhawatirkan.Dia memastikan, informasi yang berkembang di media sosial saat ini adalah hoaks.Untuk menghindari kesalahan informasi, masyarakat sebaiknya mengecek aktivitas Gunung Merapi melalui akun media sosial resmi Badan Geologi, @badan.geologi.Hal yang sama juga diimbau kepada pengelola wisata di kawasan Gunung Merapi.Harapannya mitigasi bisa cepat dilakukan apabila ada peningkatan aktivitas Gunung Merapi.


(prf/ega)