DENPASAR, - Bali Villa Rental and Management Association (BVRMA) mencatat setidaknya sudah ada 101 korban penipuan penyewaan vila sepanjang 2025.Para penipu (scammer) menggaet calon korbannya dengan menawarkan harga sewa yang murah, namun kemudian langsung hilang kontak setelah menerima pembayaran.Para penipu meyakinkan korban melalui tampilan foto-foto dan video di media sosial yang tampak profesional. Karenanya, korban pun tidak memiliki keraguan.Baca juga: TPA Suwung Segera Ditutup, Asosiasi Vila di Bali Sebut Belum Ada Solusi Pembuangan SampahPara penipu juga memanfaatkan kedatangan wisatawan jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru)."Banyak nama yang dipakai oleh pelaku. Setelah selesai dapat mangsa, dia akan pakai nama yang lainnya. Ada Bali Villa Rental, Beautiful Bali Villa dan lainnya," jelas Ketua BVRMA, I Kadek Adnyana, saat ditemui di Denpasar, Rabu sore.Baca juga: 236 CCTV Terpasang Bali, Polisi Cegah Macet dan Kejahatan Selama Libur NataruAdnyana menekankan, para penipu itu akan menggunakan segala cara. Begitu pula dengan cara memperoleh follower di media sosial untuk meyakinkan para calon penyewa."Scammer-nya bisa berasal dari mana saja bisa. Sejauh ini yang sudah kena 101 korban per tahun 2025 ini. Kerugian sampai ratusan juta. Kami sudah ke Kominfo, Bareskrim. Tidak ada jalan keluar dan dinilai keteledoran pembeli. Tidak ada yang uangnya bisa kembali," ujar dia.Adapun foto-foto yang digunakan oleh para penipu, termasuk properti yang dikelola oleh anggota BVRMA."Ada yang menggunakan properti kita dan mengambil gambar. Teman-teman banyak yang diambil foto vilanya. Tapi setelah (calon penyewa) bayar, lalu langsung tidak bisa dihubungi penipunya," ungkap dia.Karena begitu banyaknya korban, Adnyana menyarankan agar publik semakin hati-hati dan selalu melakukan verifikasi terhadap legalitas properti. BVRMA juga akhirnya merilis halaman verifikasi yang bisa digunakan oleh penyewa untuk mengecek legalitas vila.Halaman verifikasi ini telah dipersiapkan sejak enam bulan lalu dan resmi bisa digunakan oleh publik mulai 17 Desember 2025. Menjadi satu-satunya yang ada di Bali."Sebagai bentuk komitmen terhadap perlindungan wisatawan dan pelaku usaha yang taat aturan, BVRMA telah menyediakan platform verifikasi vila yang aman dan terpercaya," tambah dia.Wisatawan dapat memeriksa legalitas dan kredibilitas vila melalui halaman verifikasi resmi BVRMA yakni https://bvrma.org/verification-page/Pemilik maupun manajemen vila yang telah terdaftar di asosiasi, dapat dipastikan keberadaannya resmi. Saat ini setidaknya sudah ada 3.000 yang menjadi anggota asosiasi ini."Kami ingin semua vila atau manajemen terdata di asosiasi. Jika begitu, sudah jelas, tidak ada yang bodong atau scammer. Ketika ada bookingan masuk lewat manajemen, tinggal cek dan minta nomor verifikasi. Jika tidak ada, bisa jadi scammer atau warning untuk hati-hati," ungkap dia.BVRMA berharap pariwisata Bali dapat terus tumbuh secara sehat, berkualitas, dan berkelanjutan. Tentunya dengan dukungan penuh dari pemerintah melalui penguatan regulasi, pengawasan operasional, serta kebijakan yang mampu menertibkan bisnis pariwisata, khususnya akomodasi vila.Langkah ini menurutnya penting agar pariwisata Bali tidak hanya berorientasi pada kuantitas. Tetapi juga tetap selaras dengan nilai budaya Bali dan prinsip keberlanjutan pariwisata di masa depan.
(prf/ega)
Marak Penipuan Penyewaan Properti di Bali, Asosiasi Rilis Cara Cek Keaslian Vila
2026-01-11 03:16:51
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:34
| 2026-01-11 02:36
| 2026-01-11 02:08
| 2026-01-11 01:58
| 2026-01-11 01:35










































