Hari Pelajar Internasional 17 November: Sejarah di Baliknya

2026-01-11 04:01:54
Hari Pelajar Internasional 17 November: Sejarah di Baliknya
– Setiap 17 November, dunia memperingati Hari Pelajar Internasional (International Students' Day) sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan mahasiswa Cekoslowakia yang menjadi korban kekejaman Nazi pada 1939.Peristiwa kelam yang menewaskan sembilan pemimpin mahasiswa dan menyebabkan lebih dari 1.200 mahasiswa ditahan serta dikirim ke kamp konsentrasi ini menjadi simbol perlawanan terhadap penindasan.Peringatan ini juga mengingatkan pentingnya kebebasan akademik serta hak-hak pelajar di seluruh dunia.Tragedi yang bermula dari demonstrasi menentang pendudukan Nazi di Praha tersebut kemudian diperingati sebagai momentum solidaritas global untuk memperjuangkan pendidikan yang adil dan kebebasan berpendapat bagi seluruh pelajar.Baca juga: Sejarah Ikatan Pelajar Muhammadiyah: Pernah Ganti Nama di Masa OrbaHari Pelajar Internasional yang diperingati setiap 17 November berakar dari peristiwa tragis pada masa Perang Dunia II di Cekoslowakia. Penetapan tanggal ini tidak lepas dari tragedi yang terjadi pada tahun 1939.Pada tahun tersebut, mahasiswa Universitas Charles di Praha mengadakan demonstrasi untuk memperingati 21 tahun kemerdekaan Republik Cekoslowakia.Aksi tersebut dibubarkan dengan kekerasan oleh pasukan Nazi, menyebabkan banyak mahasiswa terluka, ditangkap, dan beberapa di antaranya tewas.Salah satu korban adalah Jan Opletal, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Charles, yang tertembak saat demonstrasi berlangsung.Pada 15 November, ribuan mahasiswa menghadiri prosesi pemakamannya, namun prosesi itu berubah menjadi aksi protes besar yang menentang pendudukan Nazi.Puncak tragedi terjadi pada 17 November 1939 ketika pasukan Nazi menyerbu seluruh institusi pendidikan tinggi di Cekoslowakia.Lebih dari 1.200 mahasiswa dan dosen ditangkap dan dikirim ke kamp konsentrasi. Sementara itu, sembilan pemimpin mahasiswa dan profesor dieksekusi tanpa melalui proses pengadilan.Peristiwa ini mengejutkan dunia internasional. Pada 1941, Dewan Mahasiswa Internasional (International Students' Council), yang beranggotakan mahasiswa pengungsi, mengadakan pertemuan di London untuk mengenang tragedi tersebut dan menetapkan 17 November sebagai Hari Pelajar Internasional.Baca juga: Sejarah Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU)Peringatan Hari Pelajar Internasional dimaksudkan untuk mengenang perjuangan mahasiswa yang melawan penindasan, sekaligus menegaskan pentingnya solidaritas global di kalangan pelajar.Tanggal ini juga menjadi pengingat akan hak pelajar atas pendidikan yang adil, kebebasan berpendapat, dan kebebasan akademik.Hingga kini, 17 November tetap diperingati di berbagai negara, terutama di Ceko dan Slowakia, yang telah menetapkan tanggal tersebut sebagai hari libur nasional bernama Day of Struggle for Freedom and Democracy sebagai penghormatan atas perjuangan rakyat dan pelajar melawan penindasan.Selain itu, tanggal ini turut menjadi momentum solidaritas pelajar di seluruh dunia dan diadopsi oleh berbagai organisasi pelajar internasional sebagai wadah untuk memperkuat suara dan peran pelajar dalam isu-isu global.Baca juga: Sejarah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU)Referensi:


(prf/ega)