Bangunan Dua Lantai di Koja Jakarta Utara Ambruk

2026-01-16 19:34:20
Bangunan Dua Lantai di Koja Jakarta Utara Ambruk
JAKARTA, – Sebuah bangunan dua lantai di Jalan Alur Laut, Kelurahan Walang, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, roboh secara mendadak pada Kamis sore.Berdasarkan rekaman video yang diterima Kompas.com, bangunan tersebut ambruk sekitar pukul 15.10 WIB. Reruntuhan diawali dengan ambruknya bagian atap, sebelum bangunan roboh ke arah samping.Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Anak-anak yang sedang bermain di sekitar lokasi dilaporkan langsung berlarian menjauh setelah mendengar suara runtuhan bangunan.Peristiwa ini dibenarkan oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara Komisaris Onkoseno Gradiarso Sukahar."Iya, benar ada bangunan roboh," jelas Seno saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis.Baca juga: Rumah Bupati Bekasi Ade Kuswara Disebut Megah, Satu Kompleks Ada Enam BangunanSeno mengatakan, bangunan tersebut roboh secara tiba-tiba dan hingga kini penyebab pastinya masih dalam penyelidikan.Petugas kepolisian masih berada di lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut serta memastikan kondisi sekitar aman"Enggak ada, enggak ada korbannya," sambung dia.Bangunan roboh itu sebelumnya diduga sebagai pesantren. Namun, Kanit Reskrim Polsek Koja AKP Fernando memastikan informasi tersebut tidak benar."Bukan pesantren," ucap Fernando.Untuk sementara, area lokasi kejadian disterilisasi guna mengantisipasi kemungkinan robohan susulan yang dapat membahayakan warga sekitar.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-01-16 19:09