Sudah 3 Tahun, Pelaku Pembunuh Iwan Boedi Saksi Kasus Korupsi Masih Misteri

2026-01-31 04:27:56
Sudah 3 Tahun, Pelaku Pembunuh Iwan Boedi Saksi Kasus Korupsi Masih Misteri
SEMARANG, - Kasus kematian Iwan Boedi, aparatur sipil negara (ASN) yang menjadi saksi kasus korupsi di Kota Semarang, Jawa Tengah, masih diselimuti misteri.Iwan Boedi ditemukan tewas dalam kondisi terbakar dan dimutilasi di Kawasan Marina Semarang pada Kamis, 8 September 2022.Dirreskrimum Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Dwi Subagio, mengakui bahwa kasus tersebut belum terpecahkan hingga kini.Baca juga: MAKI Gugat Polda Jateng: Kematian Iwan Boedi, Saksi Kasus Korupsi Tak Terungkap Sejak 2022"Betul. Iwan Budi memang menjadi PR (pekerjaan rumah) buat kami," kata Dwi, Selasa, .Meski kasus tersebut telah berjalan lebih dari dua tahun, Dwi menegaskan bahwa penyidik masih terus melakukan penyelidikan."Kami tetap sampai saat ini berusaha untuk melakukan kegiatan penyidikan," ujarnya.Oleh karena itu, Dwi meminta bantuan kepada masyarakat luas untuk memberikan informasi apabila mengetahui detail mengenai kasus pembunuhan tersebut.KOMPAS.COM/Muchamad Dafi Yusuf Dirreskrimum Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Dwi Subagio saat ditemui di kantornya.Baca juga: Kematian Saksi Kunci Korupsi Iwan Boedi Digugat, Polda Jateng dan Polres Semarang Absen di Sidang Perdana"Kami juga berharap bantuan daripada siapa pun yang mengetahui informasi yang detail bisa melaporkan kepada Polrestabes," lanjutnya.Penyidik masih mengalami kesulitan dalam menemukan barang bukti yang mengarah kepada pelaku pembunuhan terhadap ASN Kota Semarang tersebut."Karena memang tadi alat bukti yang kami miliki belum bisa mengarah kepada siapa pelakunya ini," ungkap Dwi.Kasus ini bermula pada 8 September 2022, ketika jasad tanpa kepala yang terbakar ditemukan bersama sepeda motor di Pantai Marina.Penyelidikan kemudian mengungkap bahwa jasad tersebut adalah Iwan Boedi Paulus, seorang ASN yang bertugas di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang.Iwan sebelumnya dilaporkan menghilang pada 24 Agustus 2022, sehari sebelum dijadwalkan memberikan kesaksian kepada Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah.Baca juga: Lokasi Pembunuhan Iwan Boedi Saksi Kasus Korupsi di Semarang Sudah Rata TanahKesaksiannya terkait dugaan korupsi sertifikasi aset milik Pemerintah Kota Semarang pada tahun 2010.Kematian tragis Iwan Boedi yang diduga terkait dengan kasus korupsi menambah daftar misteri dalam pengusutan perkara ini.Hingga kini, belum ada pelaku yang berhasil diungkap.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-01-31 04:54