Gus Fawait Buat Saluran Wadul Gus’e, Warga Jember Bisa Mengadu Langsung ke Bupati

2026-01-12 05:32:59
Gus Fawait Buat Saluran Wadul Gus’e, Warga Jember Bisa Mengadu Langsung ke Bupati
JEMBER, - Pemerintah Kabupaten Jember membuka jalur pengaduan bagi warganya melalui program Wadul Gus'e.Nama Wadul Gus'e berasal dari bahasa Jawa. "Wadul" berarti "mengadu" dan "Gus'e" merujuk pada Bupati Jember Muhammad Fawait."Kami sediakan saluran untuk menyampaikan langsung kepada bupati dan kami buka itu selebar-lebarnya," ucap Gus Fawait kepada Kompas.com di tengah program Gus'e Menyapa di Kecamatan Bangsalsari pada Senin .Baca juga: Gus Fawait Buka-bukaan soal Data Kemiskinan Ekstrem di Jember: Kami Ingin Entaskan!Program inovasi pria yang akrab disapa Gus Fawait ini memotong jalur birokrasi panjang dan memungkinkan masyarakat menyampaikan keluhan langsung ke bupati.Bupati Fawait menekankan, kanal ini bukan sekadar formalitas, namun diiringi upaya cepat merespons dan memberikan solusi atas aduan masyarakat.Baca juga: Gus Fawait Pilih Blusukan daripada Duduk di Kantor, Bisa 18 Titik SehariPemkab Jember memasang banner Wadul Gus’e di banyak titik strategis dan membuka saluran aduan melalui berbagai media.Warga bisa datang langsung, mengirim pesan melalui WhatsApp, atau melaporkan lewat media sosial. Diluncurkan pada 14 Maret 2025, Wadul Gus’e menyediakan layanan aduan 24 jam melalui nomor WhatsApp 081131111108, media sosial, email, hingga corner pengaduan di kantor kecamatan dan Pemkab. Sejak itu, kata dia, kanal Wadul Gus'e telah menerima sekitar 8.000 aduan, dengan 80 persen laporan sudah ditindaklanjuti.Ini menunjukkan skala partisipasi warga dan responsivitas pemerintah daerah yang baik.Keluhan yang masuk beragam, mulai dari layanan administrasi publik, fasilitas kesehatan, jalan dan infrastruktur, hingga isu sosial ekonomi yang dirasakan warga sehari-hari."Setiap kami turun ke bawah kami sampaikan, kalau ada masalah misalnya Puskesmas enggak baik, rumah sakit pelayanan enggak baik, KTP harus bayar, pelayanan kecamatan enggak baik, bilang ke kami," bebernya.


(prf/ega)