BMKG Prediksi Wilayah Indonesia Dilanda Hujan Lebat-Angin Kencang 22-25 Desember 2025

2026-01-14 18:58:18
BMKG Prediksi Wilayah Indonesia Dilanda Hujan Lebat-Angin Kencang 22-25 Desember 2025
– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi, sejumlah wilayah di Indonesia dilanda cuaca ekstrem berupa hujan lebat hingga sangat lebat disertai angin kencang.Peringatan cuaca ekstrem tersebut berlaku mulai Senin hingga Kamis .BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.Dengan mengetahui wilayah yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem, masyarakat diharapkan dapat merencanakan perjalanan dan aktivitas dengan lebih aman serta meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi.Baca juga: Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini, Wilayah Bandar Lampung Waspada Hujan PetirBerdasarkan laporan BMKG, Kamis , ada sejumlah faktor atmosfer yang memicu potensi hujan lebat hingga sangat lebat dan angin kencang di beberapa wilayah Indonesia.Fenomena atmosfer skala global, regional, hingga lokal diperkirakan berperan signifikan memengaruhi kondisi cuaca nasional dalam sepekan ke depan.Suhu muka laut yang relatif hangat jjuga bisa meningkatkan penguapan di Pesisir Barat Aceh, perairan timur Kalimantan Timur, perairan utara Pulau Jawa, serta Samudra Pasifik utara Papua.Selain itu, kondisi La Nina lemah turut berkontribusi terhadap peningkatan curah hujan, terutama di wilayah Indonesia bagian timur.BMKG juga mencatat adanya perbedaan tekanan udara lebih dari 10 hPa antara Gushi dan Hongkong pada 17 Desember 2025.Kondisi ini mengindikasikan perambatan seruakan udara dingin dari Asia menuju Indonesia, yang dapat meningkatkan intensitas hujan di sebagian besar wilayah.Baca juga: Daftar Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat pada 21 Desember 2025Kombinasi Madden-Julian Oscillation (MJO) dan gelombang atmosfer lainnya diperkirakan aktif di Samudra Hindia barat daya Sumatera hingga selatan NTT, Laut Jawa, Selat Karimata, Laut Natuna, Kepulauan Riau, sebagian besar Kalimantan, hingga kawasan timur Indonesia.Kondisi ini berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan awan hujan.BMKG juga memantau Bibit Siklon Tropis 93S dengan tekanan pusat 1005 hPa dan kecepatan angin maksimum 25 knot. Sistem ini diperkirakan berada di Samudra Hindia selatan Jawa Timur dan bergerak ke arah barat daya.Hingga Minggu pukul 07.00 WIB, BMKG menyebut potensi Bibit Siklon Tropis 93S berkembang menjadi siklon tropis berada dalam kategori tinggi.“Diprediksi sistem akan berkembang menjadi siklon tropis kategori dua pada Senin, 22 Desember 2025 malam hari,” jelas BMKG.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Meski membawa teknologi kamera baru, rumor menyebut jumlah kamera belakang Xiaomi 17 Ultra justru dipangkas menjadi tiga, dari sebelumnya empat kamera pada Xiaomi 15 Ultra.Selain sensor 200 MP, ponsel ini diperkirakan mengusung kamera utama 50 MP serta kamera ultrawide 50 MP.Xiaomi juga dirumorkan bakal menjadi produsen pertama yang menghadirkan Leica APO zoom camera di ponsel. Teknologi ini diklaim mampu menghasilkan warna lebih akurat, detail lebih tinggi, serta performa makro yang lebih baik, termasuk dalam kondisi cahaya rendah.Di luar sektor kamera, Xiaomi 17 Ultra diperkirakan akan ditenagai chipset tercanggih Qualcomm saat ini, yakni Snapdragon 8 Elite Gen 5. Chipset tersebut bakal dipadukan dengan layar OLED berukuran 6,85 inci yang mendukung resolusi tinggi dan refresh rate tinggi.Baca juga: HP Xiaomi Redmi Note 15 Series Meluncur Global, Ini SpesifikasinyaDari sisi daya, ponsel ini dirumorkan mengusung baterai berkapasitas 7.000 mAh, meningkat dari 6.000 mAh pada generasi sebelumnya, dengan dukungan pengisian cepat hingga 100 watt.Soal desain, Xiaomi 17 Ultra disebut tidak banyak berubah dari pendahulunya. Ponsel ini dikabarkan tetap mengusung layar datar tanpa tepi melengkung, serta dilengkapi pemindai sidik jari ultrasonik di bawah layar untuk menunjang keamanan.Setelah debut di China pada pekan depan, Xiaomi 17 Ultra diyakini akan meluncur ke pasar global pada kuartal pertama atau sekitar bulan Januari-Maret 2026, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Android Headlines.

| 2026-01-14 17:40