BANGKALAN, - Seorang anak jalanan (anjal) asal Kota Surabaya ditemukan meninggal dunia saat diamankan di rumah aman Dinsos Bangkalan. Diduga, anjal tersebut mengalami sakit sebelum meninggal dunia.Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bangkalan, Wibagio mengatakan, anjal tersebut bernama Karianto (53), asal Kecamatan Semampir, Kota Surabaya.Semula, anjal tersebut diamankan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Bangkalan di persimpangan Junok bersama anaknya. Dua anjal tersebut lalu diamankan dan diserahkan ke Dinsos Bangkalan pada Jumat malam."Setelah kami terima, kami data dan dibawa ke rumah aman," ujarnya pada Minggu .Baca juga: Polres Bangkalan Kerahkan 274 Personel Gabungan Saat Nataru, Jaga 12 Gereja dan Pusat KeramaianDi rumah aman tersebut, Karianto ditempatkan di salah satu kamar dan tidur bersama anaknya. Keduanya lalu istirahat di tempat itu."Lalu anaknya ini sore baru bangun dan minta makan. Lalu membangunkan bapaknya tapi tidak kunjung bangun," imbuhnya.Baca juga: Bawa 41 Klip Sabu, Pengedar di Bangkalan Diringkus Saat Layani Pembeli di SaungAnak Karianto lalu melapor pada petugas di rumah aman. Petugas lalu menghubungi Dinsos dan segera membawa Karianto ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syamrabu Bangkalan untuk diperiksa."Setelah dicek dan dinyatakan sudah meninggal, lalu dibawa ke forensik untuk divisum," ungkapnya.Pihak Dinsos lalu meminta keterangan dari anak Karianto dan disebutkan bahwa Karianto tidak memiliki riwayat penyakit. Bahkan, sebelum diamankan petugas, Karianto tak mengeluh sakit apa pun pada anaknya itu."Tidak ada info sakit atau mengeluh sakit, termasuk juga tidak ada info dari anaknya yang kebetulan tidurnya bareng," jelasnya.Dokter Forensik RSUD Syamrabu, dr Edy Suharto mengatakan dari hasil visum tak ditemukan adanya bekas penganiayaan di tubuh korban. Diduga, korban meninggal akibat sakit."Kami tidak mendapatkan tanda kekerasan di tubuh korban. Diduga meninggal akibat sakit, tapi kami tidak bisa pastikan apa penyebabnya karena itu perlu pemeriksaan lebih lanjut. Kemungkinan bisa serangan jantung atau hipertensi. Tapi intinya semua karena proses yang wajar, karena sakit," ungkapnya.Sedangkan, waktu kematian korban diperkirakan sejak 6 jam hingga 18 jam sebelum dibawa ke rumah sakit.Usai pemeriksaan tersebut, korban dibawa pulang oleh pihak keluarga tadi malam. Rencananya, korban akan dimakankan di Kabupaten Sampang oleh keluarganya.
(prf/ega)
Anjal Asal Surabaya Meninggal Saat Diamankan di Dinsos Bangkalan
2026-01-12 06:45:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:46
| 2026-01-12 06:21
| 2026-01-12 05:41
| 2026-01-12 04:25










































