- Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menerima kunjungan sekaligus menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Gubernur Maluku Utara (Malut) Sherly Tjoanda Laos, dan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta, Selasa .Dalam pertemuan tersebut, Mukhtarudin didampingi oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian P2MI Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) Purnawirawan (Purn) Dwiyono.Pertemuan ini bertujuan menyamakan visi dan persepsi serta memperkuat sinergi dalam mewujudkan program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya penciptaan lapangan kerja berkualitas di luar negeri untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan.Mukhtarudin menegaskan bahwa Kementerian P2MI kini menjadi leading sector penyerapan tenaga kerja ke luar negeri sesuai arahan Presiden Prabowo.Baca juga: Malaysia-China Siap Investasi Rp 62,3 T di Jateng, Tertarik Tenaga Kerja yang Kompetitif"Ada dua arahan utama Bapak Presiden. Pertama, perlindungan menyeluruh mulai sebelum berangkat, selama penempatan, hingga pulang kampung. Kedua, paradigma penempatan bergeser dari low skill ke middle dan high skill,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa.Mukhtarudin menyebut, Indonesia sedang menuju puncak bonus demografi pada 2030, sementara banyak negara maju mengalami aging population."Saya kira ini peluang emas. Saat ini saja ada 350.000 lowongan resmi setiap tahun di luar negeri, tetapi penyerapan kita masih rendah karena faktor kompetensi dan bahasa,” jelasnya.Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa target Presiden Prabowo pada 2026 adalah menempatkan 500.000 pekerja migran Indonesia berkualitas. Target ini merupakan quick win pemerintah.Baca juga: Danantara Sebut Reforestasi Jadi Quick Win Ekonomi IndonesiaUntuk mencapai target tersebut, Kementerian P2MI menyiapkan program pelatihan vokasi intensif dan Kelas Migran yang akan dibuka di Maluku, Malut, dan Sultra.Dari 500.000 target penempatan, 300.000 kuota dialokasikan secara khusus untuk lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) dan 200.000 untuk masyarakat umum.“Kami sudah MoU dengan beberapa kementerian dan lembaga terkait link and match pelatihan dengan penempatan. Kami mohon dukungan pemerintah daerah (pemda) di Maluku, Malut, dan Sulawesi Tenggara. Nanti kami profiling data calon pekerja migran sehingga urusan pekerja migran menjadi agenda kita bersama,” kata Muktarudin.Baca juga: Menteri PPMI Dorong Pengangguran Kerja di Luar Negeri: Peluang Terbuka LebarGubernur Malut Sherly Tjoanda Laos menyambut baik program tersebut sebagai solusi mengatasi pengangguran di daerah.“Kami sangat mengapresiasi Bapak Menteri Mukhtarudin dan Presiden Prabowo. Program ini memberikan jalur resmi, aman, dan terlindungi bagi masyarakat kami yang ingin bekerja ke luar negeri," ucap Sherly.Dengan skill yang mumpuni, lanjut dia, masyarakat Indonesia bisa mengisi kekosongan tenaga kerja berkualitas di negara lain.Baca juga: Wali Kota Sue Machi Jepang Kunjungi Kendal, Bahas Impor Kopi dan Tenaga KerjaSenada dengan Sherly, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menilai program Kementerian P2MI selaras dengan visi daerah dalam mengurangi kemiskinan dan pengangguran.
(prf/ega)
Menteri P2MI Teken MoU dengan 3 Gubernur, Upaya Realisasikan "Quick Win" Presiden Prabowo
2026-01-11 23:36:31
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 00:19
| 2026-01-11 22:45
| 2026-01-11 22:20
| 2026-01-11 22:14
| 2026-01-11 21:43










































