Pakar: Teknologi Baterai Mobil Listrik Belum Matang

2026-01-11 03:49:53
Pakar: Teknologi Baterai Mobil Listrik Belum Matang
JAKARTA, – Perkembangan mobil listrik di Tanah Air dan global kian pesat, ditandai dengan semakin beragamnya model serta merek yang ditawarkan ke konsumen.Meski demikian, di balik tren tersebut, masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan, terutama terkait teknologi baterai sebagai komponen utama kendaraan listrik.Baca juga: Apa yang Perlu Diantisipasi Saat Libur Nataru Naik Mobil Listrik?Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menilai bahwa teknologi baterai mobil listrik saat ini masih berada dalam fase pengembangan. Kompas.com/Ruly Baterai mobil listrik buatan LG-HyundaiMenurutnya, inovasi yang ada belum bisa dikatakan mencapai titik kematangan seperti teknologi mesin pembakaran internal yang telah berkembang puluhan tahun.Yannes mencontohkan bagaimana evolusi teknologi baterai berlangsung cukup cepat dalam beberapa tahun terakhir. Dia mengatakan, pada awal kemunculan mobil listrik modern, teknologi baterai yang digunakan masih relatif konvensional dan memiliki keterbatasan dari sisi efisiensi serta keselamatan.Baca juga: Analisis Kebakaran Mobil Listrik: Teknologi vs Edukasi“Waktu eranya baterai yang dipegang Tesla. Dia masih bicaranya baterai silinder biasa. Tiba-tiba BYD bikin yang blade (battery), yang lebih hemat space, lebih safe,” ujar Yannes, kepada Kompas.com, saat ditemui di Bali, belum lama ini. Dok. BYD Teknologi Blade Battery yang digunakan BYDPerubahan tersebut menunjukkan bahwa arah pengembangan baterai mobil listrik masih sangat dinamis. Setiap produsen berlomba-lomba menghadirkan inovasi baru untuk meningkatkan daya jelajah, efisiensi ruang, hingga aspek keselamatan baterai.Namun, menurut Yannes, kemajuan tersebut juga menegaskan bahwa teknologi baterai masih terus berevolusi dan belum mencapai bentuk final. Dia menilai, inovasi yang sebelumnya dianggap tidak mungkin justru bisa terwujud seiring peningkatan skala produksi dan riset yang berkelanjutan. Dok. BYD Teknologi Blade Battery yang digunakan BYD“Artinya teknologi terus berkembang, yang dulu juga enggak mungkin karena harganya terlalu mahal. Begitu scaling up, dengan skala massal, dengan R&D yang tangguh, jadi baterai blade. Makanya saya bilang teknologi baterai belum matang,” kata Yannes.Banyak teknologi baterai yang dikembangkan saat ini, mulai Nickel Mangan Cobalt (NMC), Lithium Ferro Phosphate (LFP), Sodium-ion, hingga Solid-State. Namun, ke depannya, baterai LFP diprediksi akan menjadi baterai yang paling banyak digunakan pada mobil listrik. dok. Toyota Baterai mobil listrik Toyota bZ4X. Yannes menambahkan, kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi industri otomotif.Pada satu sisi, konsumen perlu memahami bahwa teknologi mobil listrik masih akan terus berubah. Sementara di sisi lain, produsen dan regulator dituntut untuk menyiapkan standar keselamatan serta edukasi yang sejalan dengan perkembangan teknologi tersebut.


(prf/ega)