BTN (BBTN) Salurkan Bantuan Lebih dari Rp 2 Miliar untuk Korban Banjir di Sumatera

2026-01-14 07:29:26
BTN (BBTN) Salurkan Bantuan Lebih dari Rp 2 Miliar untuk Korban Banjir di Sumatera
JAKARTA, – Direksi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) terjun langsung ke Padang, Sumatera Utara untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat dan karyawan perseroan yang terdampak bencana banjir.Bantuan juga disalurkan melalui Universitas Andalas, Universitas Negeri Padang, Pemerintah Kota Padang, dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang memiliki akses langsung ke para korban bencana.Secara total, di Padang, BTN menyalurkan bantuan mencapai lebih dari Rp 2 miliar. Selain Padang, BTN juga menyalurkan bantuan ke Sibolga, Medan dan Aceh.Baca juga: Kemendag Serahkan 5 Truk Bantuan untuk Korban Banjir SumateraIggoy el Fitra Sejumlah warga berjalan di antara potongan kayu gelondongan yang bertumpuk di pantai Air Tawar, Padang, Sumatera Barat, Jumat . Sampah kayu gelondongan itu menumpuk di sepanjang pantai Padang pasca banjir bandang beberapa hari terakhir. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/YUDirektur Commersial Banking BTN Hermita menyampaikan turut berduka cita yang mendalam kepada masyarakat Padang dan sekitarnya atas bencana banjir tersebut.Kehadiran BTN secara langsung di Padang juga merupakan komitmen perseroan sekaligus sejalan dengan arahan Danantara untuk bergerak cepat membantu para korban terdampak."BTN tidak hanya hadir sebagai lembaga perbankan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat. Kami berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok para korban serta mendukung aktivitas mereka," ujar Hermita dalam keterangan tertulis, Senin .Beberapa bantuan yang disalurkan BTN tersebut berupa sembako, obat-obatan, dan keperluan lainnya yang dibutuhkan korban bencana banjir di Padang.Baca juga: Mentan Siapkan Bantuan untuk Petani-Peternak Terdampak Banjir SumateraDalam kesempatan yang sama, Corporate Secretary BTN Ramon Armando mengatakan kehadiran BTN secara langsung juga diharapkan menjadi dukungan moril bagi para korban bencana banjir."Di masa-masa sulit ini, kami berupaya hadir dan mempercepat penyaluran bantuan sehingga dapat mengurangi beban para korban," tutur Ramon.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-01-14 07:28