Dampak Bullying Bisa Mematikan, Rektor UPI Dorong Sekolah Tegaskan Batas dan Sanksi

2026-01-14 02:34:52
Dampak Bullying Bisa Mematikan, Rektor UPI Dorong Sekolah Tegaskan Batas dan Sanksi
BANDUNG, - Fenomena perundungan atau bullying dinilai semakin meresahkan dunia pendidikan, dengan pola yang tidak lagi hanya terjadi secara fisik, tetapi juga meluas ke ranah digital.Dampak serius dari bullying ini bahkan telah menelan korban jiwa.Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Didi Sukyadi menyatakan bahwa bullying masih menjadi persoalan krusial dalam sistem pendidikan di Indonesia.Meskipun berbagai upaya penanganan telah dilakukan, pemahaman mengenai dampak serius bullying terhadap korban belum sepenuhnya merata.Baca juga: Sembilan Santri Ponpes di Wonogiri Diamankan, Kasus Bullying Berujung Tewas"Saya tidak mengikuti detilnya ya, tetapi bagi saya ini merupakan bagian penting dari sistem pendidikan kita. Jadi sebetulnya kalau terkait bullying, sudah ada langkah-langkah yang dilakukan. Tetapi mungkin belum semua paham bahwa perilaku itu menimbulkan dampak yang serius bagi si korban.," ujar Didi.Didi menjelaskan bahwa bullying tidak selalu berbentuk kekerasan fisik; perilaku mengejek pun dapat dikategorikan sebagai perundungan, tergantung pada respons korban."Jadi ada yang mengatakan kalau seseorang mengejek orang lain kemudian dua-duanya ketawa, ketawa-ketawa, itu bukan bullying. Kalau yang satu ketawa, yang satu lagi cemberut, itu kan bisa termasuk disebut bullying," ucapnya.Ia menambahkan bahwa bullying di era modern ini jauh lebih mengkhawatirkan karena melibatkan ruang digital dan media sosial, bahkan sampai menimbulkan korban jiwa.Baca juga: Sembilan Santri Ponpes di Wonogiri Diamankan, Kasus Bullying Berujung Tewas"Bullying di sekarang ini, kita kan sudah sampai kepada tahap yang sangat menggelisahkan. Sampai jatuh korban jiwa. Bahkan di Perguruan Tinggi sendiri ada mahasiswa saya, di sini di bahasa Inggris, yang meninggal gara-gara bullying," katanya.Kasus yang terjadi dua hingga tiga tahun lalu itu disebabkan korban tidak hanya mengalami perundungan di lingkungan kelas, tetapi juga di media sosial, yang berujung pada sakit hingga meninggal dunia."Yang bersangkutan dibully tidak hanya di kelas, tetapi di medsos juga di bully," katanya.Didi juga menyoroti ancaman baru dari penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) terhadap psikologis individu.Menurutnya, AI kini mampu berperan layaknya profesi tertentu seperti psikolog, dokter, atau guru, namun tidak selalu mampu membedakan apakah saran yang diberikan berdampak positif atau negatif."Terkadang dari AI itu, mereka tidak bisa membedakan saran aman yang menimbulkan dampak positif atau negatif,," ujarnya.Baca juga: 3 Santri Jadi Pelaku Bullying Maut di Wonogiri, Korban Dianiaya karena Ogah MandiIa mencontohkan kasus di luar negeri yang menunjukkan dampak fatal dari penggunaan AI.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-01-14 03:25