JAKARTA, – Reno (34), warga Cipayung, Jakarta Timur, sudah menggunakan Honda HR-V tipe S manual produksi 2016 dengan total odometer sekitar 80.000 km.Menurut Reno, HR-V tipe S manual merupakan satu-satunya varian yang masih menggunakan transmisi manual pada generasinya, sementara tipe di atasnya seperti E dan RS seluruhnya memakai transmisi otomatis.Meski termasuk varian paling basic, ia menilai karakter mobil ini tetap terasa sebagai kendaraan yang punya kesan mewah meski sederhana.Baca juga: Laporkan Tempat Parkir yang Pasang Tulisan ‘Barang Hilang Bukan Tanggung Jawab Pengelola’ISTIMEWA Honda HR-V.Dari sisi penggunaan harian, Reno menyebut konsumsi bahan bakar HR-V S manual masih tergolong irit untuk mobil dengan mesin 1.500 cc.Dalam pemakaiannya di dalam kota, konsumsi BBM berada di kisaran 12–15 km per liter. Selain itu, beban kepemilikan juga masih relatif rasional karena pajak kendaraan bermotor di wilayah Tangerang berada di angka sekitar Rp 3,2 jutaan per tahun.Di luar biaya pajak, Reno juga sudah beberapa kali menjalani servis rutin dan perawatan berkala. Untuk servis ringan seperti ganti oli, filter, pengecekan rem, dan general check-up di bengkel umum, biayanya berkisar di angka Rp 400.000–Rp 500.000 per kunjungan.Baca juga: Kehilangan di Tempat Parkir Tanggung Jawab PengelolaDok. Reno Ramadiandra Reno Ramadiandra, pemilik Honda HR-V tipe S M/T tahun 2016Sementara untuk pekerjaan yang lebih besar, seperti perbaikan kaki-kaki atau penggantian komponen suspensi, total biaya bisa mencapai sekitar Rp 3 jutaan tergantung kondisi dan parts yang perlu diganti.Menurutnya, selama mengikuti jadwal servis dan memakai oli yang sesuai rekomendasi, biaya perawatan HR-V S manual masih tergolong masuk akal.Selain efisiensi, ia juga menilai HR-V menawarkan kepraktisan kabin yang baik. Bagasi dinilai lapang dan masih mampu menampung barang berukuran besar seperti sepeda tanpa perlu melipat jok belakang.Baca juga: Motor Listrik Honda WN7 Resmi MengaspalDok. Aldi Ahmad Ghozali Ilustrasi Honda HR-V Tahun 2016“Bagasi luas walaupun cuma dua baris. Dan bisa muat sepeda, kayak sepeda lipat bisa muat tiga di bagasi, tanpa harus melipat jok baris kedua,” ujar Reno, kepada Kompas.com .Reno juga menilai karakter berkendara HR-V S manual cukup nyaman untuk penggunaan sehari-hari. Kopling terasa ringan dan perpindahan gigi halus sehingga tidak cepat membuat pengemudi lelah saat menghadapi kemacetan.Menurutnya, dengan transmisi manual, pengendara seperti menyatu dengan mobilnya. Alhasil pengemudi bisa lebih fokus, dan mengurangi rasa kantukBaca juga: Lorenzo Ungkap Taktik Rahasia Kalahkan Rossi di MotoGP 2015Dok. Reno Ramadiandra Reno Ramadiandra, pemilik Honda HR-V tipe S M/T tahun 2016Ia juga mengatakan, selama kepemilikan mobil, transmisi manual HR-V 2016 terbilang bandel dan juga minim perawatan.Di sisi lain, ia tetap mengakui bahwa ada beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan oleh calon pengguna HR-V Tipe S M/T tahun 2016. Salah satunya berada pada sektor kaki-kaki yang menurut pengalamannya cenderung sensitif.“Kaki-kaki kalau sudah kena harus ganti semua komponen biar enak lagi,” ucap Reno.Baca juga: Catat Jadwal One Way Puncak di Libur Natal dan Tahun BaruDok. Aldi Ahmad Ghozali Ilustrasi Honda HR-V 2016
(prf/ega)
Curhatan Pemakai Honda HR-V 2016 Transmisi Manual
2026-01-12 07:13:15
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:23
| 2026-01-12 04:39
| 2026-01-12 04:38










































