- Kabupaten Buru Selatan memiliki segudang potensi yang bisa digali dan dikembangkan, terutama di bidang perikanan. Namun, potensi ini belum banyak dimanfaatkan.Hal itu diungkapkan Bupati Buru Selatan, La Hamidi, saat bertemu dengan Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi di Kantor Kementerian Transmigrasi (Kementrans), Kalibata, Jakarta, Minggu .Pada kesempatan itu, La Hamidi menginginkan pembukaan kawasan transmigrasi di kabupaten kepulauan tersebut. Sesuai dengan potensi wilayahnya, kawasan transmigrasi di Buru Selatan dibangun berbasis nelayan. “Kami ingin membangun kawasan transmigrasi nelayan,” ujarnya kepada Viva, dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin . Adapun dua kawasan itu ada di beranda depan wilayah pengelolaan perikanan (WPP) 714 dan 715 serta Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) III. Baca juga: Tinjau Pembangunan Mess Patriot, Mentrans: Penguatan SDM Unggul Jadi Kunci Sukses Transformasi TransmigrasiLa Hamidi menjelaskan, dengan berbasis nelayan, potensi perikanan di wilayah transmigrasi tersebut sangat tinggi. Dia memaparkan, 37 persen kebutuhan ikan nasional saat ini dipasok dari Maluku. Padahal, 40 persen produksi ikan di Maluku berasal dari Buru Selatan. Produksi perikanan tangkap untuk jenis ikan tuna mencapai 2,985,50 ton pada 2023, ikan cakalang mencapai 2,145,50 ton, dan ikan tongkol mencapai 24,5 ton.“Bila dikonversi dalam bentuk uang, untuk ikan tuna misalnya, bisa mencapai Rp 117 triliun,” terangnya.Dengan potensi ikan dan profit tersebut, pembukaan kawasan transmigrasi berbasis nelayan di Buru Selatan dinilai mampu menciptakan menciptakan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Baca juga: Di Kuliah Umum Undip, Mentrans Ajak Anak Muda Wujudkan Kawasan Transmigrasi sebagai Pusat Pertumbuhan EkonomiPembukaan kawasan transmigrasi itu pun selaras dengan visi Kabupaten Buru Selatan untuk menjadi penyangga pangan, baik di Maluku maupun nasional. “Keinginan kami didorong Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Potensi pertanian dan rempah-rempah juga menjanjikan,” jelas La Hamidi.Untuk membuka kawasan transmigrasi, masyarakat dan pemerintah di Buru Selatan setuju dan bersepakat menyerahkan tanah seluas 148, 44 hektar (ha) di Kecamatan Kepala Madan. “Masyarakat juga menjamin penerimaan sosial terhadap kedatangan transmigran. Area lahan yang direncanakan dimasukkan ke kawasan transmigrasi seluas 5.480 ha, yang terdiri dari beberapa kecamatan,” paparnya.Keinginan La Hamidi membuka kawasan transmigrasi di Buru Selatan mendapatkan sambutan baik oleh Wamentrans Viva Yoga. Baca juga: Akademisi Undip Dorong 3 Pilar Transformasi Transmigrasi untuk Percepatan Pembangunan Daerah
(prf/ega)
Bertemu Bupati Buru Selatan, Wamen Viva Yoga Dukung Pembukaan Kawasan Transmigrasi Nelayan
2026-01-12 05:59:51
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:19
| 2026-01-12 06:00
| 2026-01-12 05:07
| 2026-01-12 04:55










































