Jelang Tutup Tahun, Rupiah Dibuka Menguat ke Level Rp 16.788 per Dollar AS

2026-02-02 14:14:51
Jelang Tutup Tahun, Rupiah Dibuka Menguat ke Level Rp 16.788 per Dollar AS
JAKARTA, - Nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka menguat terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan, Selasa .Mengutip data Bloomberg, mata uang garuda dibuka di level Rp 16.782 per dollar AS, menguat 0,04 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp 16.788 per dollar AS.Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan rupiah diperkirakan bergerak relatif datar atau berkonsolidasi dengan peluang penguatan yang masih terbatas.Baca juga: BCA Luncurkan Fitur Poket Rupiah di Aplikasi myBCA, Nasabah Bisa Kelola sampai 20 Kantong TabunganPergerakan tersebut dipengaruhi oleh minimnya rilis data ekonomi serta menurunnya aktivitas perdagangan menjelang pergantian tahun 2025, yang membuat pelaku pasar cenderung bersikap wait and see.“Rupiah diperkirakan akan datar atau berkonsolidasi dengan potensi rebound terbatas di tengah minimnya data ekonomi dan aktivitas perdagangan menjelang pergantian tahun,” ujar Lukman kepada Kompas.com Selasa pagi ini.Prospek pemangkasan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI Rate) masih menjadi sentimen yang membebani pergerakan rupiah. Di sisi lain, posisi mata uang garuda dinilai sudah berada di area jenuh jual atau oversold, sehingga membuka ruang terjadinya rebound teknikal meski dalam skala terbatas.“Walau prospek pemangkasan suku bunga BI masih membebani, namun posisi rupiah juga sudah oversold,” paparnya.Dengan kondisi tersebut, pergerakan rupiah diperkirakan berada dalam kisaran Rp 16.700 hingga Rp 16.850 per dollar AS.Di lain sisi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada Selasa pagi atau hari terakhir perdagangan bursa tahun ini.Data Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip melalui RTI, IHSG dibuka di level 8.627,40 dan langsung terkoreksi hingga menyentuh terendah 8.584,87.Di sesi awal, indeks hanya mampu mencatatkan level tertinggi di 8.629,44 sebelum kembali tertekan. Hingga pukul 09.14 WIB, indeks berada di posisi 8.598,40 atau melemah 45,85 poin setara 0,53 persen.Baca juga: Cashless Tanpa Nurani: QRIS, Rupiah, dan Warga TerpinggirkanTercatat sebanyak 285 saham turun, 230 saham menguat dan 184 bergerak stagnan. Aktivitas perdagangan terbilang cukup ramai dengan volume transaksi mencapai 5,50 miliar saham. Nilai transaksi mencapai Rp 3,26 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 411.930 kali.Pergerakan sektoral di pasar saham berlangsung bervariasi, di mana sejumlah sektor bertahan di zona hijau, sementara lainnya tertekan.Sektor infrastruktur mencatatkan penguatan 1,35 persen, barang konsumsi non-siklikal menguat 0,54 persen, teknologi naik 0,25 persen, barang konsumsi siklikal bertambah 0,24 persen, transportasi dan logistik bergerak menguat 0,12 persen.Lebih jauh, tekanan masih membayangi sejumlah sektor. Barang baku menjadi yang paling tertekan dengan koreksi 1,73 persen. Pelemahan juga dialami sektor energi 0,47 persen, perindustrian turun 0,37 persen, keuangan terkoreksi 0,25 persen, properti turun 0,15 persen dan kesehatan melemah 0,11 persen.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-02-02 13:00