Nasir Djamil Puji Kakorlantas Kirim Tim Kemanusiaan hingga Sembako ke Aceh-Sumatera

2026-01-16 05:31:59
Nasir Djamil Puji Kakorlantas Kirim Tim Kemanusiaan hingga Sembako ke Aceh-Sumatera
Atas perintah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kakorlantas Irjen Polisi Agus Suryonugroho mengirim tim kemanusiaan hingga bantuan sembako untuk masyarakat yang terdampak bencana banjir di Aceh, Sumut, dan Sumatera Barat. Anggota Komisi III DPR RI M Nasir Djamil menaruh rasa hormat atas kepedulian Irjen Agus dan jajaran.Nasir Djamil mengaku menaruh rasa hormat karena di sela-sela tugas mengamankan arus lalu lintas menjelang Natal dan Tahun Baru 2026, Irjen Agus masih menginstruksikan jajaran untuk terjun langsung ke lokasi memberikan bantuan berupa moda transportasi dan bahan sembako untuk masyarakat di daerah bencana."Kakorlantas dan jajarannya telah memposisikan diri mereka sebagai pejuang kemanusiaan. Mereka turun membawa bantuan dan ikut bersama warga membersihkan lumpur di permukiman masyarakat," ujar Nasir dalam rilisnya, Kamis (18/12/2025).Menurut Nasir, kepedulian Kakorlantas dan jajarannya itu telah memberikan citra positif kepada institusi Bhayangkara. Selain itu juga memberi kesan bahwa polisi selalu hadir untuk masyarakat, terutama yang saat ini mendapat musibah.Menurut dia, kehadiran langsung di tengah warga terdampak bencana menunjukkan bahwa polisi lalu lintas (polantas) bukan hanya mampu menjaga keselamatan pengguna jalan raya, melainkan juga ikut menjaga moralitas para warga yang terdampak bencana."Kehadiran mereka di tengah warga terdampak bencana seperti kata pepatah pucuk cinta ulam pun tiba," ujar legislator Senayan asal Aceh tersebut.Di samping membantu warga, jajaran Korlantas Polri juga ikut memberikan bantuan berupa moda transportasi berupa kenderaan roda empat dan roda dua yang bisa menjelajah medan berat."Setahu saya kendaraan itu diberikan kepada polisi di daerah bencana untuk memudahkan mobilitas mereka memberikan bantuan dan mengirim logistik untuk titik-titik pengungsian," ujar Nasir Djamil.Lihat Video 'Kepala BNPB Lapor ke Prabowo Minta Tambahan Personel TNI-Polri di Aceh':[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

di sela acara peluncuran AI Innovation Hub di Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat, Selasa .Baca juga: Telkomsel Resmikan AI Innovation Hub di ITB, Perkuat Pengembangan AI NasionalDalam menyikapi AI Bubble, salah satu langkah konkret yang dilakukan Telkomsel adalah tidak gegabah melakukan investasi besar pada infrastruktur AI, seperti pembelian perangkat komputasi mahal, tanpa perhitungan pengembalian yang jelas.Menurut Nugroho, perkembangan teknologi AI sangat cepat, sehingga investasi perangkat keras yang dilakukan terlalu dini berisiko menjadi tidak relevan dalam waktu singkat.“Kalau kami investasi terlalu besar di awal, tapi teknologinya cepat berubah, maka pengembalian investasi (return on investment/ROI) akan sulit tercapai,” ungkap Nugie.Sebagai gantinya, Telkomsel memilih pendekatan yang lebih terukur, antara lain melalui kolaborasi dengan mitra, pemanfaatan komputasi awan (cloud), serta implementasi AI berbasis kebutuhan nyata (use case driven).Baca juga: Paket Siaga Peduli Telkomsel, Internet Gratis untuk Korban Bencana di SumateraWalaupun ancaman risiko AI Bubble nyata, Telkomsel menegaskan bahwa AI bukan teknologi yang bisa dihindari. Tantangannya bukan memilih antara AI atau tidak, melainkan mengadopsi AI secara matang dan berkelanjutan.“Bukan berarti karena ada potensi bubble lalu AI tidak dibutuhkan. AI tetap penting, tapi harus diadopsi dengan perhitungan yang matang,” tutur Nugroho.Selain mengungkap sikap perusahaan soal AI Bubble, Nugroho juga menggambarkan fenomena adopsi alias tren AI di Indonesia.Nugroho menilai adopsi AI di sini relatif lebih terukur dibandingkan fase teknologi baru sebelumnya.Pengalaman pahit pada era startup bubble, menurut dia, membuat pelaku industri kini lebih berhati-hati dalam berinvestasi, terutama dengan maraknya AI.

| 2026-01-16 03:59