Terima Audiensi Apdesi Merah-Putih, Wamentrans Viva Yoga Siap Jalin Kolaborasi

2026-02-03 19:51:51
Terima Audiensi Apdesi Merah-Putih, Wamentrans Viva Yoga Siap Jalin Kolaborasi
- Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi menerima audiensi 12 perangkat desa dan kepala desa yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Merah-Putih.Audiensi untuk mendengarkan sejumlah aspirasi dari Apdesi Merah-Putih ini berlangsung di Kantor Kementerian Transmigrasi (Kementrans), Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa .Salah satu aspirasi disampaikan oleh Ketua Umum (Ketum) Apdesi Merah-Putih Anwar Sadat. Ia mengutarakan keinginannya agar desa-desa di kawasan transmigrasi mendapatkan pendampingan dan dukungan sesuai dengan kebutuhan, masalah, dan potensi yang dimiliki.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir SumateraAnwar berharap, Kementrans dapat memfasilitasi kerja sama pada bidang ekonomi, sosial, dan budaya bertema "Desa Sejahtera Merah-Putih yang Kuat"."Kami siap berkolaborasi dan bersinergi dengan Kementrans," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin .Untuk mewujudkan hal tersebut, pemberdayaan aparatur desa di kawasan transmigrasi perlu diperkuat, agar kerja sama lintas sektor dapat berjalan optimal sesuai harapan Apdesi Merah-Putih.Baca juga: Ajak Apdesi Bersinergi, Bupati Bogor: Kalau Jalan Sendiri, yang Terjadi BenturanMenanggapi aspirasi yang disampaikan Anwar, Wamentrans Viva Yoga menegaskan bahwa Kementrans siap berkolaborasi dan bersinergi dengan Apdesi Merah-Putih.Pasalnya, ia meyakini bahwa lahirnya desa di kawasan transmigrasi membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk Apdesi Merah-Putih.Oleh karena itu, Kementrans di kawasan transmigrasi juga telah bermitra dengan Perhimpunan Anak Transmigrasi Republik Indonesia (PATRI).Baca juga: Terima Pin PATRI, Menteri Transmigrasi Ajak Transmigran Sukseskan Program-program Kementerian"Pasti ada anggota PATRI yang menjadi anggota atau pengurus Apdesi Merah-Putih," tegas Viva Yoga.Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa desa di kawasan transmigrasi memiliki banyak tipologi dan keragaman, misalnya ada desa yang sudah mandiri, maju, berkembang, dan perlu pembinaan.Di tengah perbedaan tersebut, Viva Yoga menilai, Apdesi Merah-Putih memiliki peran vital dalam pengembangan kelembagaan ekonomi, produk-produk unggulan, dan infrastruktur, serta pemberdayaan sumber daya manusia (SDM), untuk menunjang kualitas kawasan transmigrasi.Baca juga: Di Sekolah Pimpinan HMI, Wamentrans Viva Yoga Sosialisasikan Tujuan TransmigrasiIa menambahkan, seluruh program transmigrasi merupakan turunan dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. “Di antara Asta Cita itu adalah membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan”, kata Viva Yoga.Selain itu, ia juga menyepakati perlunya penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Kementrans dan Apdesi Merah-Putih untuk menjadikan organisasi ini sebagai mitra resmi Kementrans.Baca juga: Kementrans Serahkan 402 SHM untuk Transmigran di Muna dan Muna BaratSebagai informasi, program transmigrasi yang berjalan sejak masa Presiden Soekarno hingga Presiden Prabowo telah melahirkan 1567 desa, 466 kecamatan, 116 kabupaten, dan 3 provinsi.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-02-03 20:02