Disulap dari Rumah Lawas, Seruput Kopi Jadi Ruang Belajar Ternyaman bagi Santri Pati

2026-01-11 22:34:51
Disulap dari Rumah Lawas, Seruput Kopi Jadi Ruang Belajar Ternyaman bagi Santri Pati
PATI, – Sebuah rumah lawas di Desa Sekarjalak, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, kini kembali “hidup” setelah disulap menjadi kedai kopi bernama Seruput Kopi.Kedai ini menjadi ruang nongkrong favorit pelajar, mahasiswa, hingga santri dari pesantren sekitar.Terletak dekat Desa Kajen yang terkenal sebagai kota santri di Bumi Mina Tani, Seruput Kopi kerap dijadikan tempat belajar kelompok bagi para santri, tanpa meninggalkan suasana keakraban khas tongkrongan anak muda.Baca juga: Wali Kota Sue Machi Jepang Kunjungi Kendal, Bahas Impor Kopi dan Tenaga KerjaPemilik kedai, M. Hasan Basri atau dikenal sebagai Aan, mulai membuka usaha ini pada April 2025.Alumnus pesantren Kajen ini memulai usaha dengan modal patungan sebesar Rp 25 juta bersama rekannya, meski saat itu belum cukup untuk membeli semua peralatan.“Bangunan ini sebelumnya dipakai jualan minuman rempah, tapi bisnisnya berhenti. Kami lanjutkan, renovasi fasilitasnya, dan pembelian peralatan kami lakukan bertahap,” ujar Hasan Basri.Meski mengusung konsep kafe kekinian, Seruput Kopi tetap mempertahankan harga merakyat, dengan target utama pelajar dan santri. Menu primadona meliputi:Selain kopi, tersedia aneka minuman jahe, teh, kudapan angkringan, hingga mi nyemek sekitar Rp10 ribuan.“Harganya kami samakan seperti di angkringan, biar semua bisa menikmati, terutama santri muda. Rasa tetap kami jaga,” tambah Hasan Basri.Seruput Kopi juga menjadi titik temu komunitas dan organisasi. Dalam sebulan, kedai ini menerima beberapa agenda reservasi dari perkumpulan anak muda hingga organisasi seperti IPNU dan IPPNU. Mahasiswa dan santri aktivis pun kerap menggelar diskusi di kedai ini.Selain belajar dan berkumpul, kedai ini menghadirkan hiburan lewat nobar (nonton bareng) pertandingan sepak bola tim nasional.“Kalau Timnas Indonesia main, kami selalu bikin nobar. Suasananya ramai, vibes-nya kebersamaan banget,” kata Hasan Basri.Pelanggan setia, Angga, pemuda asal Kecamatan Tlogowungu, mengatakan suasana kedai membuatnya betah.“Tempatnya nyaman, ada toilet, musala, juga ruang salat. Harganya ramah kantong. Cocok buat semua kalangan,” ujarnya.Seruput Kopi buka setiap hari pukul 10.00–23.00 WIB, berlokasi di sisi timur Madrasah Raudlatusy Syubban.Kedai ini menyediakan fasilitas pendukung seperti kamar mandi dan tempat salat, memadukan atmosfer klasik rumah kuno dengan konsep kafe terjangkau.Dengan konsep tersebut, Seruput Kopi membuktikan bahwa ruang kreatif anak muda di Pati tidak harus mahal untuk bisa bermakna.


(prf/ega)