Misa Requiem Romo Mudji Sutrisno, Kapel Kolese Kanisius Dipenuhi Pelayat

2026-02-04 20:00:52
Misa Requiem Romo Mudji Sutrisno, Kapel Kolese Kanisius Dipenuhi Pelayat
JAKARTA, - Kapel Kolese Kanisius, Menteng, Jakarta Pusat dipenuhi para pelayat yang datang untuk menghadiri misa requiem untuk Romo Mudji Sutrisno, Senin .Pengamatan Kompas.com di lokasi, para pelayat mulai datang sejak sore hari untuk melihat dan mendoakan mendiang Romo Mudji.Kursi jemaat kapel terlihat penuh diisi oleh para pelayat yang terdiri dari para sahabat Romo Mudji. Pelayat yang hadir terdiri dari remaja hingga para orang tua.Baca juga: Rektor Kolese Kanisius Kenang Romo Mudji Sutrisno: Tokoh Penjaga BudayaKursi duduk lantai dua kapel tersebut juga terlihat dipenuhi oleh para pelayat yang hadir.Terdapat pula sejumlah pelayat yang berdiri di bagian belakang kapel karena kursi jemaat sudah penuh.Misa requiem tersebut dipimpin langsung oleh Romo pimpinan tertinggi Serikat Yesus di Indonesia, yaitu Romo Benedictus Hari Juliawan.Rektor Kolese Kanisius, Romo Leonardus Winandoko menjelaskan, misa requiem tersebut dilakukan untuk memperingati Romo Mudji."Nanti dalam pelaksanaan misa, kami para Romo, sahabat-sahabat Romo Mudji akan mendoakan Romo Mudji. Lalu sahabat-sahabat Romo Mudji lainnya juga datang di perayaan Ekaristi ini, kami semua akan mendoakan Romo Mudji," ujarnya saat diwawancarai Kompas.com di lokasi pada Senin.Rencananya, misa requim akan dilakukan juga pada besok hari, Selasa sebelum jenazah Romo Mudji dibawa ke Girisonta, Ungaran.Baca juga: Qodari Kenang Romo Mudji Sutrisno sebagai Intelektual Tenang dan Tajam"Besok ada misa juga pada pukul yang sama, pukul 19.00 WIB," tambah Romo Leonarudus.Mudji Sutrisno meninggal dunia di Rumah Sakit St Carolus, Jakarta, Minggu pukul 20.43 WIB karena sakit.Jenazahnya akan diberangkatkan ke Girisonta, Semarang, Jawa Tengah, pada 30 Desember 2025 pukul 21.00 WIB.Prosesi pemakaman akan diadakan pada tanggal 31 Desember 2025, didahului dengan Ekaristi pukul 10.00 di Gereja Paroki, lantas dilanjutkan dengan pemakaman di Taman Mari Ratu Damai, Girisonta.Mudji Sutrisno lahir di Solo, 12 Agustus 1954, dan wafat pada usia 71 tahun di Jakarta, 28 Desember 2025 tadi malam.Semasa hidup, Mudji Sutrisno dikenal sebagai rohaniwan, ahli filsafat, serta pemerhati masalah sosial dan budaya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Dampak kecelakaan tersebut dinilai sangat fatal. Sebanyak 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, 15 korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Selain korban meninggal, sebanyak 17 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sembilan korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Fakta lain yang terungkap dalam penyelidikan awal adalah latar belakang pengemudi bus. Sopir PO Cahaya Trans tersebut diketahui masih tergolong baru mengemudikan rute Bogor–Yogyakarta.Pengemudi baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi pada rute tersebut dan kini telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam peristiwa kecelakaan maut di Tol Kota Semarang ini, pengemudi dilaporkan hanya mengalami luka ringan.Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang, Polisi Dalami Dugaan Sopir Minim Jam TerbangDok. SAR Semarang Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. Salah satu korban selamat adalah kernet bus, Robi Sugianto (51), warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.Robi mengalami patah tulang pada kaki kanan serta luka di bagian kepala. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kernet berada di bagian depan bus dan menyadari kendaraan tiba-tiba miring ke kanan sebelum akhirnya terguling dan menghantam pembatas jalan tol.Polda Jawa Tengah memastikan seluruh korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan profesional.Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan tunggal di Simpang Susun Krapyak tersebut masih dalam proses penyelidikan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemeriksaan kondisi kendaraan, kontur dan kondisi jalan, hingga faktor pengemudi.Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penampakan Bus Maut Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Akibatkan 16 Orang Meninggal

| 2026-02-04 18:20