Teknik Mengemudi Aman dan Nyaman di Jalan Berkelok

2026-01-16 05:43:30
Teknik Mengemudi Aman dan Nyaman di Jalan Berkelok
SOLO, - Ketika libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), perjalanan panjang sering kali diwarnai dengan rute berkelok dan penuh tikungan.Bagi penumpang, kondisi jalan seperti ini bukan hanya menimbulkan kecemasan, tetapi juga berpotensi menyebabkan mabuk perjalanan akibat teknik mengemudi yang kurang halus.Maka dari itu, penerapan teknik mengemudi yang tepat menjadi kunci utama untuk memastikan kenyamanan dan keamanan bagi seluruh penumpang selama perjalanan mudik atau wisata.Baca juga: Pengamat Kebijakan Publik: Wacana Mobil Nasional Tidak Masuk AkalSony Susmana, pendiri Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), mengatakan, pengemudi perlu memahami bahwa setiap jenis tikungan memiliki karakteristik dan tantangan berbeda.Pixabay/chungying hsieh Jalan berkelok-kelok.Teknik yang digunakan pun harus menyesuaikan dengan kondisi jalan agar perjalanan tetap nyaman dan aman bagi penumpang."Teknik defensif sangat penting untuk menghindari risiko kecelakaan dan menjaga kenyamanan penumpang. Sayangnya, banyak pengemudi belum memahami bagaimana menerapkannya dengan benar," kata Sony Susmana kepada Kompas.com, belum lama ini.Sony menegaskan, kunci berkendara defensif di tikungan terletak pada keselarasan antara kecepatan, posisi kendaraan, dan sudut belokan, sehingga mengharuskan pengemudi untuk menghindari segala bentuk perubahan kecepatan secara mendadak yang berisiko mengganggu kestabilan mobil.Baca juga: Anti-Fog Helm Jadi Kunci Visibilitas Aman Pengendara Motor Saat HujanSelain itu, belokan setir yang dilakukan dengan sudut minimal akan menciptakan manuver yang lebih halus dan terkendali."Gunakan teknik out-in-out, yaitu memasuki tikungan dari sisi luar, mendekati bagian dalam saat di tengah tikungan, lalu keluar kembali ke sisi luar. Hindari koreksi kemudi yang berlebihan karena dapat mengurangi stabilitas kendaraan," katanya.Manfaat teknik defensif bukan sekadar kenyamanan penumpang.Namun, juga berguna untuk menjaga komponen kendaraan, seperti ban dan sistem kemudi, serta menjaga efisiensi konsumsi bahan bakar."Keselamatan di jalan itu bukan hanya soal menghindari kecelakaan, tapi juga bagaimana membuat penumpang merasa nyaman selama perjalanan," kata Sony.Dengan menguasai dan menerapkan teknik defensif ini, pengemudi tidak hanya menekan risiko mabuk perjalanan dan meningkatkan kualitas berkendara, tetapi juga menjadi kunci utama untuk menjaga keselamatan, serta kenyamanan sepanjang perjalanan, khususnya ketika menghadapi jalan berliku.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-01-16 05:25