PHRI Ungkap Wisatawan One Day Trip Jadi Pemicu Utama Macet Puncak Bogor Saat Libur Nataru

2026-01-12 04:01:54
PHRI Ungkap Wisatawan One Day Trip Jadi Pemicu Utama Macet Puncak Bogor Saat Libur Nataru
BOGOR, - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bogor menilai wisatawan one day trip yang datang dan pulang di hari yang sama menjadi salah satu pemicu utama kemacetan di kawasan wisata Puncak Bogor, saat libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Sehingga kebijakan one way dinilai masih menjadi instrumen penting untuk mengendalikan arus kendaraan.Seperti diketahui, "one day trip" merupakan perjalanan wisata dalam waktu satu hari tanpa menginap.Biasanya, pelaku perjalanan berangkat di pagi hari dan sudah kembali ke rumah pada sore atau malam harinya.Baca juga: Jalur Puncak Bogor Ditutup saat Malam Tahun Baru, Simak Jadwal Car Free Night dan Jalur AlternatifnyaKhusus di Puncak Bogor, mereka melakukan liburan singkat untuk menjelajahi wisata alam seperti curug atau air terjun tanpa menginap.Sekretaris PHRI Kabupaten Bogor, Boboy Ruswanto, mengatakan pola kunjungan harian tersebut memicu lonjakan kendaraan dalam waktu bersamaan, terutama saat arus masuk pagi hari dan arus keluar pada sore hingga malam hari."Salah satu penyumbang kemacetan di Puncak Bogor adalah masih adanya pengunjung yang melakukan perjalanan satu hari tidak menginap (one day trip)," kata Boboy sewaktu dihubungi Kompas.com.Baca juga: Macet di Jalur Wisata Ciwidey Bikin Emosi, Wisatawan Asal Bogor Kena TonjokMasih banyak pengunjung yang datang hanya satu hari dan tidak menginap. Hal ini, kata dia, juga berpengaruh terhadap kepadatan lalu lintas di jalur wisata Puncak.Menurut Boboy, kondisi tersebut berbeda dengan wisatawan yang menginap di hotel atau penginapan, karena pergerakan kendaraan tamu hotel cenderung lebih tersebar dan tidak menumpuk pada jam tertentu.Ia menilai, kebijakan late check-out yang diimbau untuk hotel tidak menyentuh kelompok wisatawan one day trip.Pasalnya, pengunjung yang tidak menginap tetap akan melakukan perjalanan pulang di hari yang sama yang akhirnya menjadi penyumbang kemacetan juga.Baca juga: Arus Balik Diprediksi Memuncak, Polisi Rencana Majukan One Way di Puncak Bogor BesokOleh karena itu, pengaturan lalu lintas seperti one way dinilai lebih relevan untuk mengelola pergerakan kendaraan harian.Late check-out itu hanya berlaku untuk tamu yang menginap. Sementara pengunjung yang tidak menginap tetap akan pulang di hari yang sama sehingga menjadi salah satu pemicu penumpukan kendaraan.Boboy menjelaskan, kawasan Puncak masih menjadi destinasi favorit wisatawan Jabodetabek untuk kunjungan singkat. Sehingga karakter perjalanan harian sulit dihindari, terutama saat libur panjang.Baca juga: Arus Wisata Tinggi, Polisi Ungkap Titik-titik Padat Jalur Puncak BogorIa menegaskan, penanganan kemacetan di Puncak membutuhkan kombinasi kebijakan, mulai dari rekayasa lalu lintas seperti one way hingga pengaturan pola kunjungan wisatawan, agar tidak sepenuhnya dibebankan kepada sektor perhotelan.“Penanganan kemacetan harus melihat karakter pengunjung secara menyeluruh, tidak hanya dari tamu hotel. One way merupakan solusi yang yang cocok untuk mengurai kemacetan di jalur Puncak," jelasnya.


(prf/ega)