BEIJING, – Kamboja dan Thailand menyatakan kesediaan untuk meredakan ketegangan dan menghentikan pertempuran menyusul bentrokan terbaru di wilayah perbatasan kedua negara.Pernyataan itu disampaikan masing-masing menteri luar negeri kedua negara kepada Menteri Luar Negeri China Wang Yi dalam percakapan telepon terpisah.Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga mengeklaim bahwa Thailand dan Kamboja sepakat menghentikan ketegangan di perbatasan, yang kemudian dibantah oleh kedua negara.Baca juga: Thailand Tangkap Legenda Juara Olimpiade karena Tipu Orang Rp 1 MiliarKementerian Luar Negeri China menyebutkan bahwa Menteri Luar Negeri Kamboja Prak Sokhonn—yang juga menjabat wakil perdana menteri—serta Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow, sama-sama memaparkan perkembangan terbaru konflik perbatasan kepada Wang Yi pada Kamis .Dalam percakapan tersebut, Wang menegaskan posisi China sebagai mitra dekat kedua negara.Ia mengaku prihatin melihat eskalasi konflik terbaru yang dinilai lebih parah dibanding bentrokan-bentrokan sebelumnya.“Sebagai sahabat dan tetangga dekat bagi kedua negara, China merasa prihatin melihat besarnya korban sipil dalam konflik terbaru ini, yang intensitasnya telah melampaui bentrokan sebelumnya,” kata Wang.Ia menekankan bahwa eskalasi lanjutan tidak akan menguntungkan siapa pun dan justru merusak solidaritas kawasan.“Eskalasi berkelanjutan tidak menguntungkan kedua belah pihak dan merusak solidaritas Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN). Prioritas mendesak saat ini adalah mengambil langkah tegas, menghentikan permusuhan sesegera mungkin, mencegah kerugian lebih lanjut, dan membangun kembali kepercayaan bersama,” ujarnya.Pada hari yang sama, Beijing mengirim utusan khusus ke Thailand dan Kamboja untuk mendorong upaya mediasi perdamaian.Kementerian Luar Negeri China menyatakan bahwa diplomasi bolak-balik tersebut dilakukan oleh utusan khusus China untuk urusan Asia, meski tidak secara langsung menyebut nama diplomatnya. Jabatan tersebut saat ini dipegang oleh Deng Xijun.“Sebagai tetangga dekat dan sahabat Kamboja dan Thailand, China memantau secara cermat konflik perbatasan yang sedang berlangsung dan telah bolak-balik menemui kedua pihak untuk mendorong perdamaian,” ujar Kementerian Luar Negeri China dalam pernyataannya.Wang Yi menegaskan bahwa China akan terus berperan sebagai penghubung.“China akan terus menjadi jembatan dan memainkan peran konstruktif dalam memfasilitasi pemulihan perdamaian antara Kamboja dan Thailand,” katanya kepada kedua menlu.AFP/LILLIAN SUWANRUMPHA Warga sipil yang mengungsi akibat perang Thailand-Kamboja saat berada di pusat evakuasi Sisaket, batas provinsi di Thailand, Sabtu . Perang Thailand-Kamboja pecah sejak Kamis terkait sengketa perebutan candi.
(prf/ega)
Usai AS, China Klaim Sukses Redakan Konflik Thailand-Kamboja
2026-01-12 22:57:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 22:47
| 2026-01-12 21:59
| 2026-01-12 21:21
| 2026-01-12 21:10
| 2026-01-12 20:59










































