Kondisi Tol Cipali di Libur Nataru 2025: Rest Area Ramai, Siapkan BBM dan Listrik

2026-01-13 17:31:13
Kondisi Tol Cipali di Libur Nataru 2025: Rest Area Ramai, Siapkan BBM dan Listrik
JAKARTA, - Kondisi Tol Cipali arah ke Jawa Tengah terpantau ramai, Kamis sekitar pukul 15.00 WIB. Kepadatan Kompas.com pantau terjadi di KM 120 sampai Palimanan, Jawa Tengah.Buat pengguna kendaraan baik konvensional maupun listrik sebaiknya menyiapkan BBM dan baterai sebelum masuk Tol Cipali. Mengingat saat di KM 120, kemacetan cukup panjang dan kondisi rest area juga penuh.Untuk SPKLU, berdasarkan keterangan dari Agra, petugas PLN yang bertanggung jawab terjadi antrean mengisi baterai mobil listrik di rest area KM 102 arah ke Jawa Tengah.Baca juga: Rest Area Fungsional Km 19 Tol Jogja–Solo Dibuka, Ada SPKLU dan BBM/AZWAR Kondisi SPKLU di ruas Tol Cipali saat Libur NataruAgra menjelaskan, sejak pukul 07.00 WIB sampai 15.00 WIB setidaknya sudah ada 50 mobil listik yang mengecas. Semuanya mengincar colokan DC Charger untuk pengecasan lebih cepat.Oleh karena itu, pengguna mobil listrik lebih baik menyiapkan kendaraannya sebelum masuk ruas Tol Cipali. Bisa memanfaatkan rest area yang ada di Cikampek atau keluar untuk cari SPKLU supaya tidak terjebak macet dan antre di Cipali.Begitu juga untuk mobil konvensional, persiapkan BBM sebelum masuk ruas Cipali. Kemacetan di KM 120 juga disebabkan banyaknya kendaraan yang mau masuk ke rest area 130.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-01-13 17:56