MEMPAWAH, – Hampir satu dekade tinggal di rumah sederhana di Desa Penibung, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Diah Agus Rini tidak menyangka bahwa banjir rob menerjang untuk pertama kalinya dalam sembilan tahun terakhir.Diah menceritakan bagaimana air mulai naik sejak Senin dini hari.Awalnya, air hanya menggenangi halaman rumah, namun perlahan-lahan merambat masuk ke kolong rumah dan kemudian menyentuh papan lantai ruang tamu.Baca juga: Kerap Terjadi Kecelakaan Lantas, Wali Kota Pontianak Desak Pemindahan Pelabuhan ke Kijing Mempawah“Dari awal tinggal di sini tahun 2016, baru kali ini air naik sampai masuk rumah. Biasanya cuma sampai halaman saja,” kata Diah saat ditemui di kediamannya.Ia tampak masih memindahkan beberapa barang ke tempat yang lebih tinggi agar tidak rusak.Menurutnya, banjir datang bersamaan dengan angin kencang dan gelombang laut yang tidak biasa.Lokasi Desa Penibung yang berada dekat pesisir membuat warga sangat bergantung pada kondisi pasang surut.Namun, intensitas pasang dalam beberapa hari ini dirasakan jauh berbeda dari biasanya.“Air naiknya cepat sekali. Subuh masih aman, tapi sekitar setengah jam kemudian sudah setinggi mata kaki. Kami semua panik karena ini pertama kali terjadi,” ungkap Diah.Walaupun Diah tidak mengalami kerugian besar, beberapa peralatan rumah tangga terpaksa diselamatkan dengan terburu-buru.Ia juga mengkhawatirkan kesehatan kedua anaknya yang masih sekolah dasar, terutama jika banjir rob kembali terjadi dalam beberapa hari ke depan.“Yang paling saya takutkan itu anak-anak. Kalau air sering naik begini, mereka susah keluar pergi sekolah, belum lagi kotor dan bisa bawa penyakit,” tambahnya.Baca juga: Tunda Bangun Tanggul Laut, Pemkot Surabaya Fokus ke Pintu Air dan Bozem Atasi Banjir RobDiah menyebutkan bahwa dalam sepekan terakhir, gelombang pasang memang meningkat seiring dengan cuaca ekstrem yang melanda pesisir Mempawah.Beberapa rumah yang berada lebih rendah dari kediaman Diah bahkan lebih dulu terendam.Meski begitu, Diah berharap kondisi ini hanya berlangsung sementara. “Semoga cepat surut dan tidak terulang. Baru tahun ini kami merasakan betul-betul banjir rob sampai masuk rumah,” ujar Diah.
(prf/ega)
Cerita Diah, Warga Mempawah Kalbar, Rumah Terendam Banjir Rob Setelah 9 Tahun Ditempati
2026-01-11 22:26:50
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 22:23
| 2026-01-11 22:09
| 2026-01-11 21:37
| 2026-01-11 20:46










































